Gledeknews, Lombok Timur – Masa aksi yang tergabung Gerakan Advokasi Nusantara (GANAS) menyuarakan pernyataan kontroversial dengan menyebut Sekretaris Daerah (Sekda)Lombok Timur, (Lotim) HM. Juaini Taofik, layak menjadi bupati selanjutnya.
Mereka juga mendesak Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, untuk bertanggung jawab atas kondisi kelangkaan gas yang terjadi.
Pernyataan itu disampikan saat aksi di depan kantor Bupati Lotim, Senin (20/4). Dengan meminta pertanggungjawaban Bupati Lotim atas terjadinya kelangkaan gas LPG 3 bersubsidi.
“H. Iron turun saja jadi Bupati, Sekda Lotim naik jadi Bupati,” teriak massa aksi di lokasi.
Menurutnya, Bupati dinilai belum mampu mengurai akar persoalan distribusi LPG bersubsidi. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat kecil, seperti pedagang cilok yang kesulitan berjualan akibat ketersediaan gas yang terbatas.
Massa juga menuding adanya peran oknum pada dinas terkait yang diduga menjadi penyebab utama kelangkaan LPG 3 kilogram di lapangan. Mereka menyebut distribusi yang tidak tepat sasaran membuat pelaku UMKM kesulitan mendapatkan gas bersubsidi.
“Penjual pentol sudah satu minggu tidak bisa berjualan gara-gara gas langka,” ujar salah satu orator.
Selain itu, GANAS mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan praktik mafia dalam distribusi LPG bersubsidi. Mereka menegaskan akan segera melayangkan laporan resmi terkait dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam persoalan tersebut.
“Kami minta APH menindak tegas dan dalam waktu dekat kami akan membuat laporan,” tegasnya.(GL)








