Gledeknews, Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lotim terus memperkuat komitmen dalam penanggulangan kemiskinan melalui penyaluran bantuan sosial berskala besar.
Bertempat di Pendopo Bupati Lombok Timur, Kamis (8/1), digelar seremoni serah terima bantuan Rumah Layak Huni (Mahyani), program rehabilitasi rumah, serta bantuan Gerobak Z-Kuliner bagi pelaku usaha kecil. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan pernyataan kesanggupan penyaluran Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) melalui Baznas Lotim.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam sambutannya mengenang perjalanan panjang membangun kesadaran berzakat di daerah tersebut yang sejak 2008 sempat diwarnai berbagai dinamika sosial. Seiring waktu, Baznas Lotim kini bertransformasi menjadi lembaga yang semakin akuntabel, dengan sumber pendapatan terbesar berasal dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN).
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa tantangan penanggulangan kemiskinan masih besar. Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat sekitar 20.000 rumah tidak layak huni yang tersebar di 21 kecamatan se-Lombok Timur.
“Jika hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat yang jumlahnya sekitar 300 unit per tahun, tentu membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena itu, kehadiran Baznas dan kolaborasi seperti hari ini menjadi kunci,” tegasnya.
Bupati juga mengungkapkan upayanya melobi pemerintah pusat untuk menghadirkan program Kampung Merah Putih guna mempercepat penuntasan kawasan kumuh, khususnya di wilayah pesisir seperti Ekas.
Sementara itu, Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan merupakan hasil kolaborasi antara Baznas Provinsi NTB, Baznas Kabupaten Lombok Timur, serta sektor perbankan.
“Alhamdulillah, melalui sinergi ini kami berhasil membangun 25 unit rumah layak huni hasil kolaborasi Baznas Provinsi dan Kabupaten. Selain itu, terdapat 24 unit rumah yang bersumber dari dana CSR Bank NTB Syariah dan kini siap dihuni,” ujar Kamli.
Tak hanya pembangunan rumah baru, Baznas Lotim juga menuntaskan 23 paket rehabilitasi rumah dengan kategori ringan, sedang, dan berat yang dikerjakan hingga akhir 2025. Di sektor ekonomi, sebanyak 20 paket Gerobak Z-Kuliner lengkap dengan bantuan modal usaha diserahkan kepada pedagang kecil yang beraktivitas di sepanjang jalur jalan nasional.
Wakil Ketua Baznas Provinsi NTB, TGH. Dr. Muhyi Abidin, memberikan apresiasi atas komitmen para kepala daerah di NTB dalam mendorong optimalisasi pengumpulan zakat. Ia menegaskan bahwa istilah Mahyani (Rumah Layak Huni) merupakan inovasi yang lahir dari NTB.
“Zakat di NTB berkembang pesat karena didukung semangat kepala daerahnya. Penyaluran zakat melalui lembaga resmi seperti Baznas jauh lebih terarah, terawasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan disalurkan secara pribadi,” jelasnya. Komitmen tersebut, lanjutnya, juga mengantarkan NTB meraih berbagai penghargaan dari Baznas Pusat.
Di akhir kegiatan, Baznas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para muzakki. Penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara kelembagaan mampu memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. (GL)








