Gledeknews, Lombok Timur – Puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, diduga menjadi korban penggelapan dana bantuan sosial oleh seorang oknum agen BRI Link setempat.
Praktik penarikan dana tanpa sepengetahuan pemilik rekening itu disebut-sebut telah berlangsung sejak tahun 2019 hingga 2025, dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa oknum agen tersebut diduga melakukan pencairan dana bansos secara diam-diam, tanpa izin dan tanpa penyerahan dana kepada pemilik rekening yang berhak.
Aksi itu baru terungkap ketika sejumlah KPM mendatangi kantor desa dan kemudian memeriksa buku tabungan mereka melalui print out rekening di Bank BRI.
“Awalnya kami curiga karena lama tidak menerima pencairan. Setelah dicek di desa dan dilakukan print out rekening di bank, ternyata dana tetap masuk, tapi sudah ditarik tanpa sepengetahuan kami,” ungkap salah satu warga korban kepada media ini, Sabtu (6/15).
Temuan itu membuat warga kaget lantaran dana yang seharusnya diterima setiap periode pencairan ternyata raib tanpa penjelasan. Lebih mengejutkan lagi, aksi penarikan diam-diam tersebut disebut telah berlangsung selama tujuh tahun.
Kasus ini kini telah diketahui Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pringgasela Selatan. Aparat desa kemudian berkoordinasi dengan pendamping PKH kecamatan untuk melakukan penelusuran dan pendalaman kasus.
Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Peringgasela, Zulkarnain, mengaku baru mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan tersebut. Ia memastikan akan segera menindaklanjuti laporan warga dan melakukan investigasi lapangan.
“Kami baru menerima informasi terkait kejadian ini. Selanjutnya kami akan menelusuri dan mengambil langkah sesuai prosedur,” kata Zulkarnain.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat membenarkan praktik pencairan dana bansos secara diam-diam tersebut dan mendesak pihak kepolisian serta Bank BRI untuk turun tangan guna mengungkap aliran dana dan menindak tegas pelaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait termasuk agen BRI Link terduga belum memberikan klarifikasi resmi. Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik karena menyangkut hak warga miskin serta integritas distribusi bantuan negara.(GL)








