Gledeknews, Lombok Timur – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lombok Timur mendorong Pemerintah Lombok Timur (Lotim) untuk segera membangun Rumah Sakit (RS) Tipe D di Kecamatan Pringgabaya. Desakan ini muncul seiring tingginya kebutuhan layanan kesehatan di wilayah dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Lotim tersebut.
Ketua IMM Lotim, Yandis, ungkapkan bahwa Pringgabaya dengan populasi sekitar 112.373 jiwa sudah sangat layak memiliki rumah sakit sendiri. Kondisi saat ini masih jauh dari ideal karena masyarakat hanya mengandalkan dua puskesmas untuk pelayanan kesehatan.
“Dengan jumlah penduduk yang padat, kebutuhan layanan kesehatan yang cepat, terjangkau, dan memadai tidak bisa ditunda lagi,” tegasnya dalam keterangan tertulis diterima media ini, Jumat (10/4).
Menurutnya, keterbatasan fasilitas kesehatan rujukan membuat masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih lengkap. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperlambat penanganan pasien, terutama dalam situasi darurat.
“Ini tidak hanya menyulitkan masyarakat, tapi juga bisa berdampak fatal bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat,” tambahnya.
Pembangunan RS Tipe D di Pringgabaya merupakan solusi strategis untuk meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus mewujudkan pemerataan pembangunan di sektor kesehatan di Lotim.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan harus berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. Selain jumlah penduduk yang besar, wilayah Pringgabaya juga memiliki cakupan geografis luas dengan 15 desa yang jaraknya saling berjauhan.
“Pringgabaya ini luas, ada 15 desa, jaraknya juga cukup jauh. Tapi hanya dilayani dua puskesmas. Ini jelas tidak sebanding,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti posisi strategis Pringgabaya sebagai kawasan zonasi industri yang memiliki empat pelabuhan. Aktivitas tersebut dinilai memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga keberadaan rumah sakit menjadi sangat krusial.
Tak hanya itu, pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan seperti Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut juga dinilai semakin memperkuat urgensi kehadiran layanan kesehatan yang memadai.
IMM Lotim secara tegas meminta Bupati Lotim agar memprioritaskan pembangunan rumah sakit, bukan sekadar menambah puskesmas.
“Kami dorong bupati untuk membangun rumah sakit, bukan hanya puskesmas. Ini kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Yandis juga mengkritisi wacana perubahan fungsi salah satu rumah sakit di Pringgabaya menjadi puskesmas rawat inap. Menurutnya, langkah tersebut justru merupakan kemunduran dalam pembangunan sektor kesehatan.
“Kalau rumah sakit justru disulap jadi puskesmas, ini kemunduran. Harusnya ditingkatkan, bukan diturunkan,” tandasnya.(*)








