Lombok Timur – GledekNews, Kolaborasi Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersama Bursa Efek Indonesia perwakilan Nusa Tenggara (NTB), terkait dengan edukasi dalam rangka sosialisasi pasar Modal.
Kolaborasi tersebut, dalam kegiatan Program sekolah pasar modal dalam rangka sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia untuk mengenalkan pasar modal terhadap masyarakat.
Kepada awak media, Ketua BPC HIPMI Lotim Zainal Abidin berharap dengan adanya kolaborasi dalam kegiatan program sekolah pasar modal dalam rangka mengedukasi masyarakat, khususnya para pelaku usaha muda bisa memahami pasar modal.
Kedepannya, juga mencoba mengajak berkolaborasi dengan lembaga Bursa Efek Indonesia perwakilan NTB khusunya terkait edukasi dunia digitalisasi pasar modal.
“Kegiatan ini sebagai langkah awal HIPMI Lotim, kedepannya kegiatan ini akan ada tindaklanjutnya,” ungkapnya, sabtu (14/08)
Sementara, Rachman Hadi Saputra Analis sekaligus praktisi pasar modal Sucor Sekuritas mengatakan Sekolah pasar modal merupakan program BEI yg bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan memberikan pengetahuan literasi keuangan khususnya pasar modal bagi masyarakat awam.
Terkait investasi di Bursa Efek, sambung Rachman, tujuan untuk mengedukasi kepada masyarakat tentang investasi yang baik dan benar di Bursa Efek Indonesia sehingga terhindar dari investasi bodong yang merugikan.
“akan diadakan pelatihan dan praktik transaksi membeli dan menjual saham di Bursa Efek Indonesia,” ungkapnya
Hal ini, dikatakan Rachman dilatar belakangi rendahnya tingkat literasi dan inklusi finansial masyarakat di bidang pasar modal. Yang mengakibatkan kejahatan di bidang Finance seperti investasi bodong banyak merambah ke daerah sehingga menyebabkan kerugian finansial.
Selama ini, Jelas Rachman Bahwa Bursa Efek Indonesia di dominasi oleh investor asing, sehingga harapannya dengan kegiatan ini masyarakat Indonesia khususnya di Daerah bisa ikut berperan serta menjadi investor yang akan membantu peningkatkan perekonomian negara dan akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Sesuai dengan program pemerintah semakin banyak dari daerah menjadi investor retail,” tandasnya.








