Gledeknews, Lombok Timur – Keberadaan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) di eks pasar Paokmotong Desa Paokmotong, Lombok Timur diperkirakan akan mampu menurunkan angka pengangguran yang ada di daerah dengan menyerap 3000 tenaga kerja.
Pasalnya, APHT Poakmotong sudah mulai membuka lowongan kerja sebagai karyawan di perusahaan tersebut. Saat ini total pelamar sudah mendaftar sekitar ribuan orang, dengan kapasitas penampungan karyawan mencapai 3 ribu.
Akan tetapi saat ini, karyawan yang sudah ada saat dan bekerja di APHT Paokmotong mencapai sekitar 70 orang, kendati masih hanya satu perusahaan saja yang ada di APHT.
“Saat ini walaupun cuman satu perusahaan yang sudah masuk namun total karyawan mencapai 70 orang,” ucap Zuhdi Suvervisor APHT, Senin kemarin (11|9).
Menurutnya, nanti APHT ini bisa berjalan sesuai dengan rancangan tentunya akan semakin banyak lagi perusahaan yang akan menjalin kerjasama, dan tentunya semakin banyak pula serapan tenaga kerja yang bisa di peroleh.
Sehingga, ia berharap, penolakan yang saat ini masih terjadi bisa selesai dengan aman, agar semua pihak yang terlibat bisa mengambil sisi positif dari keberadaan APHT tersebut.
Semantara itu, Camat Masbagik, Agus Safandi mengatakan, pihaknya bahkan telah menjalin kerjasama atau MoU dengan APHT. Agar nantinya yang menjadi karyawan di APH tersebut merupakan masyarakat di Kecamatan Masbagik dan Paokmotong secara khususnya.
“Itu sudah ada MoU kita, jangan sampai ada orang luar (sebagai pekerja) yang di utamakan adalah warga masyarakat Kecamatan Masbagik,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya secara langsung melihat sendiri dampak nyata dari keberadaan APHT tersebut. Dimana ada 70 karyawan yang telah bekerja di APHT 85 persennya merupakan warga masyarakat Lombok Timur.
Dimana ke 15 orang itu lanjutnya, merupakan pekerja yang dikirim dari Pulau Jawa yang telah memiliki kapabilitas dalam produksi rokok.
“Walaupun memang ada pekerja dari luar sekitar 15 orang dari jawa, namun karyawan luar itu disana sambil mengajari masyarakat cara membuat rokok supaya berkualitas,” ungkapnya.
Sebelumnya kata dia, pada awalnya ada sekitar 70 perusahaan rokok yang mau masuk di APHT, akan tetapi karena sutuasi penolakan terus berlanjut hingga akhirnya 69 diantaranya menyerah.
Kendati begitu satu perusahaan yang tersisa telah memberikan dampak dengan menyerap puluhan tenaga pekerja dengan total lamaran ratusan orang.
“Kini hanya satu perusahaan yang bertahan sampai saat ini, seandainya tidak ada begini begini itu luar biasa, 70 perusahan,” tandasnya.(GL)








