Gledeknews, Lombok Timur – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri kegiatan halal bihalal Keluarga Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Masbagik yang dirangkaikan dengan pelepasan jemaah calon haji di lingkungan UPT Dikbud Kecamatan Masbagik.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama dalam Silaturrahmi, Teguh dalam Solidaritas untuk Mewujudkan Lombok Timur SMART” ini turut dihadiri Kepala Dikbud Lotim Nurul Wathoni, perwakilan BKSDM, Camat Masbagik, jajaran UPT Dikbud, Kapolsek, Danramil, serta seluruh guru yang tergabung dalam PGRI wilayah Masbagik.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT yang tidak semua orang bisa mendapatkannya, meskipun memiliki kemampuan secara finansial.
“Ibadah haji adalah seruan Allah. Tidak semua orang mendapat panggilan itu, walaupun dia mampu atau kaya,” ujarnya.
Karena itu, Bupati berpesan kepada para guru yang akan berangkat haji agar mempersiapkan diri secara fisik maupun mental, serta mampu menjaga emosi selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Dalam pelaksanaan tawaf, sai, maupun melontar jumrah, potensi gesekan bisa terjadi. Karena itu, emosi harus dijaga,” pesannya seraya mengingatkan pentingnya kesabaran dan keikhlasan agar para jemaah dapat meraih predikat haji mabrur.
Selain itu, dalam kesempatan itu Bupati sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Lombok Timur saat ini mencapai 4,6 persen dan berada di posisi kedua di Provinsi NTB setelah Kota Mataram, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi peran para guru dalam menjaga kualitas pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter siswa.
“Percuma pintar kalau moral tidak baik. Alhamdulillah di Lombok Timur ini sudah berjalan baik. Terima kasih kepada para guru yang terus menjaga kualitas pendidikan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua PGRI Cabang Masbagik, Pauzin, sampaikan rasa syukur atas terwujudnya pembangun gedung serbaguna yang selama ini menjadi cita-cita bersama para guru.
Gedung tersebut, kata dia, akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan siswa, termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan O2SN yang rutin digelar setiap tahun.
“Alhamdulillah, gedung ini akhirnya bisa digunakan dan dihadiri langsung oleh Bapak Bupati serta jajaran OPD. Ini hasil kerja sama seluruh guru di Masbagik,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui pembangunan gedung tersebut masih menyisakan beban anggaran hingga ratusan juta rupiah. Namun, hal itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota PGRI.
“Ini menjadi motivasi bagi kita semua demi kemajuan Lombok Timur menuju Lotim SMART,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Pengurus PGRI Lotim, Mahsun mengungkapkan bahwa visi misi Lombok Timur hampir sejalan dengan visi misi PGRI Lombok Timur. Pasalnya Bupati berani tidak merumahkan para guru yang tidak masuk dalam data PPPK paruh waktu.
Ia juga ungkapkan bahwa pengurus PGRI sudah sampaikan kepada DPR-RI bahwa tidak ada namanya lain untuk guru, tetapi hanya satu yaitu diangkat PNS.
“Kami paksa DPR RI bagaimana supaya bisa masuk menjadi pembahasan koordinasi tingkatan Nasional. Bupati juga melakukan tindakan itu dengan tidak merumahkan para guru honor yang tidak masuk paruh waktu,” pungkasnya.(GL)








