Gledeknews, Lombok Timur – Dinas Kesehatan (Dinkes), Lombok Timur akan menurunkan tim investigasi untuk menelusuri dugaan beredarnya susu kedaluwarsa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paok Pampang, Kecamatan Sukamulia.
Langkah investigasi tersebut dilakukan guna memastikan kebenaran informasi terkait temuan susu dalam kemasan kotak yang diduga telah melewati masa kedaluwarsa.
Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Lotim H. Lalu Aries Fahrozi, saat dikonfirmasi usai menghadiri kegiatan Gawe Sosial Masbagik, Minggu (18/1).
“Kami akan melakukan pengecekan data terlebih dahulu. Selanjutnya kami akan turunkan tim untuk melakukan investigasi agar mengetahui duduk persoalannya secara jelas,” ujarnya.
Ia menegaskan, investigasi lapangan diperlukan untuk memastikan apakah informasi yang beredar sesuai dengan fakta di lapangan, sekaligus mengantisipasi potensi risiko terhadap kesehatan penerima manfaat program MBG.
Terkait keberadaan tenaga ahli gizi di SPPG yang dinilai tidak menjalankan fungsi kehati-hatian sehingga muncul temuan tersebut, Aries menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, proses pengangkatan dan pembinaan tenaga ahli gizi berada di bawah komando BGN, bukan Dinas Kesehatan daerah.
“Jalur komandonya ada di BGN, bukan di Dinas Kesehatan. Karena pengangkatannya juga dari BGN,” tegasnya.
Meski demikian, Dinkes Lotim memastikan tetap akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk BGN, guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar keamanan pangan dan tidak membahayakan masyarakat.
Berita sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Ahsanul Halik, membenarkan adanya temuan menu susu yang telah melewati masa kedaluwarsa dalam distribusi MBG di Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.
Menu susu itu didistribusikan oleh Dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paok Pampang, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, dan pihanya sudah menerima laporan tersebut.
“Saya sudah dapat laporan tadi pagi. Di Sukamulia ditemukan susu kedaluwarsa. Saya sudah minta Ketua Regional BGN NTB dan Koordinator Wilayah BGN Lombok Timur untuk melakukan pendalaman,” katanya.
Sementara itu, Korwil BGN Lotim dan Kepala SPPG Paok Pampang, Kecamatan Sukamulia, hingga saat belum memberikan keterangan secara resmi. (GL)








