Gledeknews, Lombok Timur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus rabies, meskipun tercatat 53 kasus gigitan hewan sepanjang Januari hingga pertengahan April 2026. Seluruh kasus tersebut telah ditangani sesuai prosedur, termasuk pemberian vaksin kepada korban.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lombok Timur, Syahid Romdlan, menyebut jumlah kasus gigitan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 159 kasus.
“Untuk tahun ini dari Januari sampai Maret tercatat 52 kasus, kemudian bertambah satu kasus lagi. Data April biasanya direkap di akhir bulan,” ujarnya, Kamis (16/4).
Ia menegaskan, meskipun kasus gigitan hewan masih terjadi, hingga saat ini Lombok Timur tetap berstatus nol kasus rabies. Namun demikian, setiap kejadian gigitan tetap ditindaklanjuti dengan penanganan medis sesuai standar, terutama jika berasal dari hewan berisiko.
“Kasus rabies masih nol, tetapi setiap kejadian gigitan tetap kami tindaklanjuti dengan pemberian vaksin sesuai standar,” jelasnya.
Terkait kasus gigitan anjing liar yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia pada Senin (13/4), pihaknya belum dapat memastikan apakah hewan tersebut terindikasi rabies. Hal itu karena hewan yang menggigit belum berhasil ditemukan.
“Kami belum bisa memastikan, karena hewan yang menggigit tidak ditemukan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kefarmasian Dinkes Lombok Timur, Normala Candra, memastikan ketersediaan vaksin rabies dalam kondisi aman. Vaksin tersebut telah didistribusikan ke seluruh puskesmas sebagai langkah antisipasi penanganan kasus gigitan hewan.
“Stok aman dan sudah kami sebar ke puskesmas sebagai cadangan,” tandasnya.(GL)








