GledekNews — Polres Lombok Tengah mulai mendirikan posko pelayanan dan posko keamanan selama Ramadhan. Diketahui jika tahun-tahun sebelumnya, pendirian posko dalam rangka operasi ketupat dilakukan mendekati lebaran. Tapi hal ini sengaja dilakukan untuk lebih awal guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selama operasi, jumlah personil yang dilibatkan dalam operasi ketupat gatarin 2020 sebanyak 190 personil kepolisian, dengan jumlah pos pengamanan sebanyak tiga pos dan satu pos pelayanan. Adapun lokasi Pos pengamanan yaitu Praya, Bandara dan Pos Pol Labulia, sedangkan pos pelayanan berada di Kecamatan Kopang.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa menegaskan, hal ini dilakukan sebagai wujud kesiapan Polri dalam menghadapi kegiatan pengamanan bulan suci Ramadhan dengan menjalankan puasa yang saat ini sudah mulai dilakukan. Selain itu, sebagai sarana untuk konsolidasi dan pengecekan personil beserta kelengkapan sarpras sebelum menghadapi tugas pengamanan di lapangan nantinya.
“Empat posko sudah kita dirikan diberbagai lokasi yang sudah kita petakan. Hal ini untuk menjaga kondusifitas kamtibmas agar seluruh elemen mampu menekan angka kejahatan konvensional melalui peningkatan kegiatan pre-emtif, preventif, dan represif,” ungkap Kapolres, Senin (27/04/2020) .
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap rencana operasi yang telah disiapkan dengan matang, dapat dilaksanakan dengan baik dan sinergis bersama seluruh stakeholder terkait agar situasi keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) yang kondusif dapat terwujud.
“Jadi kita membuka atau membangun 4 pos pelayanan pengamanan. Di masing-masing pos itu akan ditempatkan dari semua elemen mulai dari Satlantas, Dishub, Polsek, TNI dan Dinkes guna memberikan pengamanan untuk pengguna jalan. Ini lebih awal kita lakukan untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak kita inginkan,” terangnya.
Operasi ketupat ini mulai dilaksanakan selama 37 hari yang dimulai dari 24 April hingga 30 Mei 2020 mendatang. Hal itu dilakukan, guna menjamin keamanan serta ketertiban kegiatan tahun ini. Kepolisian juga, bekerja sama dengan semua lini dari penegak hukum maupun swasta lainnya.
“Memang untuk tahun ini lebih lama dilakukan operasi. Biasanya 14 hari. Hanya saja melihat kondisi termasuk untuk menekan kerumunan massa dalam rangka mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), maka operasi kita lakukan lebih awal dan batas waktu juga lebih lama, tapi kita berharap di bulan ramadhan saat ini semua bisa berjalan dengan aman dan lancar,” terangnya. (man)








