Gledeknews, Lombok Timur – Banjir yang belum juga surut di kawasan Pantai Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mulai menimbulkan kekhawatiran serius bagi para pedagang jelang pelaksanaan Festival Bau Nyale. Lapangan yang biasa digunakan sebagai lokasi utama festival hingga lapak pedagang, masih terendam banjir.
Mahni, salah seorang pedagang di kawasan Pantai Kaliantan, ungkapkan bahwa aktivitas jual beli sejak sepekan terakhir terpantau sepi. Kondisi tersebut, kata dia, dipicu oleh genangan banjir yang merendam lapangan utama Festival Bau Nyale serta akses jalan menuju lokasi yang juga tergenang air.
“Sudah lebih dari seminggu saya berjualan di sini, tapi masih sepi. Bagaimana mau ramai, lapangannya saja kebanjiran, ditambah lagi jalan menuju ke sini juga banjir,” ujar Mahni, Senin kemarin (2/2).
Ia bandingkan kondisi tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Menjelang Festival Bau Nyale, biasanya kawasan Pantai Kaliantan sudah dipadati pedagang dan pengunjung. Namun, banjir yang melanda menyebabkan lapak pedagang ikut terendam sehingga aktivitas perdagangan terganggu.
“Biasanya sebelum Bau Nyale sudah ramai pengunjung dan pedagang. Tapi sekarang lapangan yang jadi lokasi utama festival terendam banjir, jadi suasananya sepi,” ungkapnya.
Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Nuruddin, warga setempat. Ia menjelaskan bahwa Lapangan Kaliantan merupakan pusat pelaksanaan Festival Bau Nyale setiap tahunnya, baik untuk panggung hiburan maupun lokasi lapak pedagang.
“Setiap tahun festival Bau Nyale selalu dipusatkan di lapangan ini. Semua sudah kami petakan lokasinya. Tapi kalau banjir seperti ini terus, siapa yang mau datang ke sini,” katanya.
Menurut Nuruddin, banjir yang disebabkan oleh meluapnya Bendungan Embung Bedah kini telah merendam seluruh area lapangan Kaliantan. Akibatnya, para pedagang terpaksa menggeser lapak mereka ke lokasi lain karena area utama tidak lagi bisa digunakan.
“Lapangan ini sudah terendam semua. Lapak pedagang tidak bisa ditempati, jadi terpaksa dipindahkan. Bisa dibilang seluruh area lapangan kebanjiran,” pungkasnya.(GL)








