Gledeknews, Lombok Timur – Dewan Pimpinan Wilayah Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Nusa Tenggara Barat (NTB), HL. Iswan Muliadi dikatakan surat aksi penutupan gudang tembakau dilayangkan oleh pihaknya. Setalah terima aduan langsung dari para petani tembakau, khususnya keluhan dari petani tembakau swadaya.
Setelah mendapatkan aduan, pihak KSPN NTB melakukan investigasi dilapangan khusunya terkait adanya permainan harga oleh oknum pegawai gudang tembakau.
Demikian diungkap Ketua KSPN HL. Iswan Muliadi, dalam dialog langsung KSPN dengan pihak Perusahan, pada Jumat (18|10), berlangsung di Rupatama II Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim).
“Tuntunan kami ini terkait normalisasi jadwal pembelian dan transparansi harga,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, ia meminta dengan tegas agar ada solusi terbaik untuk para petani tembakau, baik petani tembakau mitra binaan maupun petani tembakau swadaya.
“Solusi kami harapkan tidak merugikan perusahaan, tapi tidak juga merugikan para petani. Baik petani mitra binaan maupun petani swadaya,” tegasnya.
Sebelumnya, pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB dalam kesempatan itu, menyampaikan agar pihak gudang memberikan ruang kepada KSPN NTB untuk melakukan koordinasi. Agar apa yang dikeluhkan oleh para petani bisa di koordinasikan langsung.
“Kami mengusulkan KSPN bertamu ke gudang-gudang tembakau dan akan koordinasi langsung dengan perusahaan-perusahaan tembakau,” usulnya
Menanggapi itu, perwakilan perusahaan Sadana, Eko ungkapkan untuk pembelian tembakau oleh perusahannya, baik untuk petani tembakau mitra maupun swadaya terus dilakukan.
Sedangkan untuk harga sendiri, ia tegaskan perusahaan Sadana justeru dalam melakukan pembelian dengan harga yang tinggi dan selama ini tidak pernah menurunkan harga.
“Kami sejak awal belum pernah turunkan harga malah harga naik terus. kami akomodir baik petani binaan maupun petani swadaya,” terangnya.
Senada juga disampaikan oleh perwakilan Djarum, Latif katakan sepakat dengan apa yang di sampaikan oleh pihak dari Sadana, Karana terkait dengan harga dan jadwal tetap berjalan. “Terkait harga dan jadwal pembelian, kita normal saja seperti biasa,” katanya.
Sementara perwakilan dari PT. IDS, Maman menegaskan tidak membatasi petani untuk membawa tembakaunya ke gudang. Tapi terkait dengan harga biasanya ada negosiasi setalah dilakukan gread oleh pihaknya. “Tidak membatasi jumlah petani yang membawa tembakau ke gudang.
Negosiasi setelah di gread,” ujarnya.
Sedangkan dari perwakilan PT. Mangling, Maksim mengatakan pihaknya akan menampung seluruh hasil petani tembakau sampai nantinya habis masa panen tembakau. “Binaan dan swadaya di tampung dan siap menerima tembakau sampai habis,” ungkapnya.
Diakhir, semua pihak perusahan sepakat dan tidak akan merugikan para petani tembakau baik, para petani tembakau binaan perusahan dan petani tembakau swadaya.
Sebagai informasi, pertemuan tersebut Dimediasi oleh Polres Lotim dan difasilitasi oleh Dinas Pertanian Lotim. Hadiri oleh Pihak Poles Lombok Timur, Kabid Perkebunan pada Distanbun NTB H. Ahmad Rifai dan Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian Lotim Mirza Sopian, KSPN NTB dan Pihak Perusahan.(GL)








