GledekNews-Lotim. Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa UIN Mataram menggelar aksi melalui media online mengingat kondisi yang tidak memungkinkan untuk turun aksi di lapangan selama mewabahnya Virus Covid-19.
Ratusan mahasiswa dengan serentak melaksankan aksi protes melalui media online. Peserta aksi dengan kompak menyuarakan keluh kesahnya terhadap kampus yang belum memberikan kepastian Terhadap nasib mahasiswanya. Pasalnya, selama berlangsungnya Pandemi ini, mahasiswa tidak bisa menikmati fasilitas yang seharusnya diterima dari pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) Semester Genap tahun ini.
Sehingga dengan alasan itulah kemudian mahasiswa menggelar aksi online untuk mendesak kampus memberikan keringanan pembebesan UKT semester depan dengan alasan, bahwa pembayaran UKT di bayarkan untuk Biaya Lansung dengan basis tatap muka dengan penggunaan fasilitas dan Praktek di laboratorium.
Selain itu, Merosotnya Ekonomi mahasiswa juga Harus menjadi pertimbangan tersendiri. Tak hanya itu, mahasiswa menuntut Pihak Kampus dan Fakultas memberikan nilai minimal B karena tidak Efektifnya perkuliahan, ini dasarkan pada hampir 90% Mahasiswa mengaku tidak paham terhadap materi yang disampaikan oleh Dosen selama kuliah online ini berlangsung.
Belum lagi tidak adanya subsidi Kuota yang di berikan oleh kampus dan banyak mahasiswa yang kesusahan mencari sinyal karena berasal dari kampung yang terpencil.
“Kami berharap semua tuntutan kami bisa diterima oleh pihak kampus karena kami yakin bahwa perubahan adalah karya berjuta-juta masa” ungkap Ferry Ardiansyah.
Aliansi ini terbentuk atas dasar keresahan dari kalangan mahasiswa ditengah merosotnya ekonomi yang dirasakan oleh semua Masyarakat Indonesia ”ujar Ferry Ardiansy selaku Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa UIN Mataram Menuntut (10/06/2020).
Lebih lanjut Ferry menambahkan “pihak Kemenag ataupun kampus harus punya kepekaan dalam merespons tuntutan mahasiswa, sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat meringankan beban mahasiswa yang kesulitan perekonomiannya, karena Terdampak penyebaran Virus Covid-19 yang masih mewabah di Nusa Tenggara Barat”. (Muh. Alamsyah).








