GledekNews.com
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
  • Register
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
GledekNews.com
No Result
View All Result
Home BERITA

Akademisi Nilai Implementasi Program MBG di Lotim Amburadul dan Berpotensi Rawan Korupsi

gledek by gledek
30/01/2026
in BERITA, EKONOMI, GLEDEK NTB, KESEHATAN, Lombok Timur, NASIONAL, PENDIDIKAN
0
Penyajian MBG di Lotim Masih Ditemukan Menu Basi, Kadaluarsa hingga Keracunan
1000
SHARES
1000
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gledeknews, Lombok Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional dinilai memiliki tujuan yang mulia, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi anak bangsa, pembukaan lapangan kerja, hingga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Namun, implementasi program MBG di Lombok Timur justru terus menuai sorotan publik. Sejak awal pelaksanaannya hingga memasuki satu tahun berjalan, berbagai persoalan mencuat ke permukaan, mulai dari dugaan makanan basi, kasus keracunan, hingga porsi makanan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang telah ditetapkan. Sejumlah pihak menduga persoalan tersebut bersumber dari tata kelola program yang buruk dan tidak transparan.

RELATED POSTS

HMI MPO Sentil Keras Iqbal: APBD 2027 Molor, Gubernur Malah ke Turki

FWMO Lombok Timur Bahas Program Prioritas di Raker ke-6 dan Gelar Milad ke-8

Akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik, Dr. Muhammad Saleh, menilai problem mendasar dalam implementasi program MBG terletak pada kerancuan kewenangan serta minimnya transparansi, khususnya dalam penentuan lokasi dapur dan sasaran penerima manfaat.

“Sebenarnya siapa yang memiliki kewenangan menentukan titik dapur? Apakah kebijakan itu berasal dari pusat, provinsi, atau kabupaten? Ini yang menjadi problem utama,” ujar Saleh, Jumat (30/1).

Menurutnya, proses penentuan lokasi dapur MBG hingga kini tidak memiliki kriteria yang jelas dan terbuka ke publik. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuka ruang penyimpangan.

“Kalau penentuan titik tidak jelas, ini rawan dipolitisasi atau menjadi ajang ‘pelicin’. Banyak pihak berebut menjadi mitra Badan Bergizi Nasional (BGN) atau pemilik dapur, sementara titik dan kriterianya tidak pernah dipublikasikan secara transparan,” tegasnya.

Saleh juga mempertanyakan mekanisme yang digunakan dalam menentukan lokasi dapur MBG. Ia menilai, apabila program ini benar-benar berbasis pada penerima manfaat, maka dapur seharusnya berada sedekat mungkin dengan sekolah atau sasaran penerima manfaat, agar makanan lebih cepat didistribusikan dan dikonsumsi.

“Kalau kriterianya penerima manfaat, mestinya yang paling dekat. Jangan sampai justru ditentukan oleh siapa yang punya modal paling besar,” katanya.

Ketidakjelasan tata kelola tersebut, lanjut Saleh, berdampak langsung pada legitimasi program di lapangan. Dapur atau mitra BGN dinilai tidak bekerja secara profesional, sehingga berbagai persoalan terus bermunculan.

“Kita juga tidak pernah tahu siapa leading sektor dari program ini. Apakah Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, atau Dinas Pendidikan? Konsep pengelolaannya gamang. Transparansi lemah, pengawasan juga lemah, sehingga wajar jika muncul kasus makanan basi dan dugaan keracunan,” paparnya.

Ia bahkan mengaku heran dengan struktur pelaksana MBG di Lotim, khususnya keberadaan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN yang ternyata bukan berasal dari instansi pemerintah.

“Saya kira itu bagian dari pemerintah, ternyata di luar. Mereka bukan ASN. Lalu bagaimana pola kerja dan koordinasinya dengan pemerintah daerah, DPRD, dan stakeholder lainnya? Ini harus diperjelas,” tegas Saleh.

Kritik serupa juga disampaikan pemerhati dan akademisi pendidikan, Dr. Karomi, MPd, yang menilai pelaksanaan program MBG di Lotim menunjukkan indikasi tata kelola yang amburadul dan berpotensi menyimpang dari tujuan awal.

“Masalah utama program MBG bukan pada gagasannya, tetapi pada cara kebijakan ini dijalankan,” tegasnya.

Ia menilai, program MBG cenderung diperlakukan sebagai proyek anggaran, bukan sebagai program layanan publik berbasis kebutuhan anak. Pendekatan proyek ini dikhawatirkan hanya berorientasi pada serapan anggaran, proses pengadaan, dan distribusi paket makanan, tanpa memastikan kualitas gizi yang benar-benar diterima anak.

Lebih jauh, Karomi mengingatkan bahwa skema pelaksanaan program MBG membuka ruang rawan korupsi yang sangat luas, mulai dari pengadaan bahan pangan, penunjukan penyedia katering, manipulasi standar harga dan kualitas makanan, hingga lemahnya pengawasan di tingkat sekolah dan daerah.

“Tanpa desain tata kelola yang transparan dan partisipatif, program MBG berpotensi menjadi ladang rente, bukan solusi gizi,” ujarnya.

Selain itu, program MBG juga dikritik karena dijalankan secara top-down dan minim pelibatan pemangku kepentingan kunci, seperti pihak sekolah, tenaga kesehatan sebagai penjamin standar gizi, petani dan UMKM lokal sebagai rantai pasok berkelanjutan, serta masyarakat sebagai pengawas sosial.

Akibatnya, kebijakan yang seharusnya menyentuh akar rumput justru kehilangan konteks lokal dan dinilai gagal menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Ditegaskan bahwa persoalan MBG bukan terletak pada niat baik program, melainkan pada kerangka eksekusi yang penuh celah.

“Tanpa perbaikan fundamental dalam tata kelola, transparansi, dan pendekatan partisipatif, program strategis ini dikhawatirkan hanya menjadi beban anggaran baru yang tidak menyelesaikan masalah stunting dan gizi buruk, bahkan berpotensi menciptakan persoalan korupsi yang lebih sistemik,” pungkasnya.(GL)

Share400SendShareTweet250Share100
ADVERTISEMENT
gledek

gledek

Related Posts

HMI MPO Sentil Keras Iqbal: APBD 2027 Molor, Gubernur Malah ke Turki

HMI MPO Sentil Keras Iqbal: APBD 2027 Molor, Gubernur Malah ke Turki

by gledek
28/10/2026
0

Gledeknews, Mataram — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Badko Bali–Nusa Tenggara melontarkan kritik keras terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)...

FWMO Lombok Timur Bahas Program Prioritas di Raker ke-6 dan Gelar Milad ke-8

FWMO Lombok Timur Bahas Program Prioritas di Raker ke-6 dan Gelar Milad ke-8

by gledek
28/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur – Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur menggelar Rapat Kerja ke-6 sekaligus perayaan Milad ke-8 di...

Kantor Bapenda Lotim Dibobol, Kaban Bungkam, Sejumlah Laptop Raib

Kantor Bapenda Lotim Dibobol, Kaban Bungkam, Sejumlah Laptop Raib

by gledek
27/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) dibobol kawanan maling. Sejumlah laptop dan uang yang...

Jaksa Sebut Belum Ada Tambahan Tersangka Kasus Korupsi Desa Kotaraja

Jaksa Sebut Belum Ada Tambahan Tersangka Kasus Korupsi Desa Kotaraja

by gledek
27/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Pihak penyidik kejaksaan Negeri Lombok Timur (Lotim) menyebut hingga saat ini belum ada penambahan tersangka kasus...

Korupsi Dana Desa, Kades Kotaraja dan Bendahara Gunakan Rompi Oranye Langsung Ditahan

Korupsi Dana Desa, Kades Kotaraja dan Bendahara Gunakan Rompi Oranye Langsung Ditahan

by gledek
26/10/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Pihak penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Lotim) langsung menahan Kades Kotaraja Lalu Supiandi dan...

RECOMMENDED

HMI MPO Sentil Keras Iqbal: APBD 2027 Molor, Gubernur Malah ke Turki

HMI MPO Sentil Keras Iqbal: APBD 2027 Molor, Gubernur Malah ke Turki

28/10/2026
FWMO Lombok Timur Bahas Program Prioritas di Raker ke-6 dan Gelar Milad ke-8

FWMO Lombok Timur Bahas Program Prioritas di Raker ke-6 dan Gelar Milad ke-8

28/10/2026
  • 52.2M Fans
  • 134 Followers
  • 26.7k Followers
  • 206k Subscribers
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Putra Sasak Jabat Kapolda NTB 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dibentak Para Kades, Dua Komisioner Bawaslu Lotim Keringat Dingin ‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Pelaku UMKM Internet RT/RW Tidak Bisa Dipidana Karena Ranah Perdata

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dianggap Kurang Elok Pj Bupati Lotim Tugaskan Alumni IPDN Jadi Kepala Pasar‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
GledekNews.com




Jl. Mawar No. 7

Komplek Rumah Sehat, Lingkungan Kampung Baru

Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong (83619)

Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia

+62 81918199111





Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Kategori

Advetorial BERITA Bima DESA Editorial EKONOMI GLEDEK NTB HIBURAN HUKUM Jakarta KESEHATAN Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Lombok Utara Mataram Musik NASIONAL NEWS OLAHRAGA OPINI PEMERINTAHAN PEMILU PEMUDA PENDIDIKAN PERTANIAN PILKADA POLITIK SOSOK SUMBAWA WISATA
Facebook Twitter RSS

© 2021 GledekNews – TIM IT Gledeknews gledeknews.

  • About
  • Contact
  • GledekTV
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Sitemap
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB

© 2021 GledekNews - TIM IT Gledeknews gledeknews.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In