NTB-Lotim-GledekNews. Pengelola lesehan Sakti diparang maling ketika kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, NTB, dengan menelan korban, yaitu salah seorang pengelola lesehan di Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur yang bernama Amir (37), diparang oleh kawanan maling yang terjadi pada dinihari sekitar pukul 01.00 wita (Jumat, 28/1/2022) .
Korban Amir ditebas beberapa kali oleh pelaku di punggung dan pipinya, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka yang sangat serius dan untuk menyelamatkan korban, kemudian korban dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun karena luka korban terlalu parah dan tidak bisa ditangani di puskesmas, maka akhirnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selong guna mendapatkan pengobatan dan perawatan yang intensif.
Sementara atas kasus pencurian dengan kekerasan tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian, guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun menyebutkan pelaku diperkirakan lebih dari dua orang dengan masuk ke halaman lesehan, dengan terlebih dahulu merusak pagar samping yang terbuat dari bambu.
Sementara saat itu korban lagi tidur didalam mobilnya yang terparkir dihalaman lesehan tersebut,lalu mendengar ada suara dari luar terbangun dan membuka pintu mobil,tapi korban langsung disorot dengan senter sehingga korban tidak bisa melihat.
Tidak lama setelah itu korban langsung ditebas dengan parang sebanyak tiga kali oleh pelaku dibagian pipi sebelah kanan, tangan sebelah kanan dan penggung sebelah kanan dan setelah berhasil melumpuhkan korban, Pelaku kemudian langsung membawa barang berharga milik korban berupa speaker aktif dan etalase, kemudian setelah itu pelaku kabur.
Sementara korban mengalami luka yang sangat parah ditemukan warga lainnya di lokasi lesehan, sehingga langsung membawa korban ke Puskesmas setempat sebelum dirujuk ke Rumah sakit, karena mengalami luka tebas yang sangat serius.
Kapolsek Sakra Timur,Iptu M Amin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut dan kasusnya masih lidik untuk mengungkap pelaku .
“Kasusnya ditangani Polres Lotim,” tandasnya.(GL).








