Gledeknews, Lombok Timur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka.
Kondisi cuaca kering serta tingginya aktivitas masyarakat dinilai menjadi faktor yang meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lotim, Lalu Mulyadi, mengatakan hampir seluruh wilayah Lombok Timur memiliki potensi kebakaran. Namun, kawasan permukiman padat menjadi salah satu titik dengan tingkat kerawanan lebih tinggi.
“Semua berpotensi, terutama daerah yang padat,” ujar Lalu Mulyadi, beberapa waktu lalu saat dimintai keterangan. Senin (31/9).
Menurutnya, kebakaran di kawasan permukiman dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari instalasi listrik hingga kelalaian masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Karena itu, warga diminta memastikan kondisi lingkungan tetap aman dari sumber-sumber yang berpotensi memicu api.
Selain permukiman, BPBD juga memberi perhatian khusus terhadap ancaman kebakaran lahan. Lotim termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang cukup tinggi, terutama di kawasan seperti Sembelia, Sembalun, serta daerah lain yang memiliki lahan terbuka dengan vegetasi kering.
Sepanjang tahun 2026, kebakaran lahan di Lotim tercatat telah mencapai puluhan hektare. Bahkan, dalam salah satu kejadian terakhir, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 40 hingga lebih dari 50 hektare.
“Terakhir itu sekitar 40 hektare, bahkan lebih, sekitar 50 hektare,” katanya.
BPBD menduga, kelalaian manusia menjadi salah satu pemicu utama kebakaran lahan. Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan menjadi salah satu faktor yang kerap menyebabkan munculnya api di lahan kering.
Kondisi vegetasi yang mudah terbakar membuat api dapat dengan cepat menjalar dan meluas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang dan ditempatkan di lokasi yang aman.
“Harus dipastikan puntung benar-benar mati dan dibuang di tempat yang aman,” tegasnya.
Kalak BPBD Lotim menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, mengingat kebakaran dapat meluas dengan cepat dalam kondisi cuaca kering.
“Saya mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Di sisi lain, BPBD Lotim tetap menyiapkan langkah penanganan apabila bencana terjadi. Prioritas utama mencakup pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, seperti makanan, minuman, tempat tidur, serta perlengkapan lainnya.
Dengan tingginya potensi kebakaran di berbagai wilayah, masyarakat diminta tidak menganggap sepele aktivitas kecil yang dapat memicu api. “Kesadaran dan kehati-hatian warga menjadi kunci utama dalam menekan risiko kebakaran di Lotim,” pungkasnya.(*)








