Gledeknews, Lombok Timur – Seorang warga berinisial H (51), warga Lingkungan Bagek Longgek Barat, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, meninggal dunia usai terseret arus saluran air di samping rumahnya, Selasa (19/5) sekitar pukul 17.00 Wita.
Korban diduga terpeleset saat berusaha membersihkan saluran yang tersumbat akibat tumpukan sampah dan pecahan batako setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kapolsek Selong IPTU Susana Ernawati Djangu, dalam keterangannya ungkapkan peristiwa bermula ketika korban mencoba membuka penutup beton saluran air menggunakan linggis karena air di sekitar rumahnya mulai tergenang.
Setelah penutup terbuka, korban turun ke dalam saluran untuk membersihkan sumbatan. Namun derasnya arus air akibat hujan membuat korban terseret dan tidak mampu menyelamatkan diri.
Dalam kondisi panik, korban sempat meminta pertolongan kepada istrinya yang berinisial M. Namun upaya penyelamatan tidak berhasil karena arus terlalu kuat. M kemudian meminta bantuan dua warga lain berinisial MJ dan MM yang berada di sekitar lokasi. Ketiganya akhirnya berhasil mengangkat korban dari dalam saluran air dan membawa korban ke rumah.
Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Lotim Medical Center menggunakan bantuan ambulans milik Damkar Lombok Timur. Setelah mendapat pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan oleh keluarga.
Sementara itu, Kasi Humas Iptu Rusmaladi mengatakan pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. “Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujarnya.
Di situasi cuaca tidak menentu, pihanya mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar saluran air di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Lombok Timur.
Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir sudah terjadi dua kasus serupa yang menyebabkan korban meninggal dunia. “Kami mengingatkan masyarakat agar tidak turun ke selokan atau saluran air saat hujan deras karena sangat berbahaya. Bhabinkamtibmas juga akan terus memberikan sosialisasi kepada warga untuk mencegah kejadian serupa terulang,” katanya.(GL)








