Gledeknews, Lombok Timur – Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Lombok Timur (Lotim) pastikan hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan menu MBG di Jurit Baru siap diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH) apabila dibutuhkan dalam proses penyelidikan.
Anggota Satgas MBG Lotim, Lalu Aries Fahrozi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian apabila hasil laboratorium diperlukan sebagai bagian dari kelengkapan penyelidikan maupun penyidikan kasus tersebut.
“Kalau pihak kepolisian membutuhkan hasil ini sebagai bagian dari kelengkapan penyelidikan maupun penyidikan, tentu kami berkewajiban menyampaikan,” ujar Lalu Aries yang juga Kepala Dinas Kesehatan Lotim kepada wartawan, Rabu (13/5).
Lebih jauh dijelaskan, pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap dua jenis sampel makanan, yakni sampel yang disimpan di bank sampel dapur MBG dan sisa makanan yang telah dikonsumsi penerima manfaat.
Menurutnya, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menyimpan satu sampel makanan setiap hari sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi persoalan kesehatan setelah makanan didistribusikan.
“Setiap SPPG memang harus menyiapkan satu sampel makanan harian yang disimpan di bank sampel,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan kandungan bakteri Escherichia coli (E-Coli) pada salah satu sampel makanan. Aries menyebut kadar bakteri yang ditemukan berada di atas ambang normal sehingga diduga menjadi pemicu munculnya gangguan kesehatan pada penerima manfaat.
“Yang jelas hasil pemeriksaan menunjukkan kadarnya lebih dari normal,” tegasnya.
Lalu Aries menerangkan, bakteri E-Coli pada dasarnya dapat ditemukan di berbagai lingkungan. Namun apabila jumlahnya melebihi batas aman pada makanan, kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
“Bakteri E-Coli ini hampir ada di banyak tempat, tetapi pada kadar tertentu bisa menyebabkan kondisi patologis atau gangguan kesehatan,” jelasnya.
Terkait operasional dapur MBG atau SPPG pasca temuan tersebut, Aries menegaskan keputusan lebih lanjut akan dibahas bersama Satgas MBG dan pihak terkait lainnya.
“Untuk operasional selanjutnya tentu nanti akan dibahas dan dikoordinasikan lebih lanjut oleh Satgas bersama pihak terkait,” pungkasnya.(GL)





