Gledeknews – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi keluarkan surat pemberhentian operasional sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pringgasela, tepatnya SPPG Jurit Baru, Lombok Timur.
Kebijakan ini diambil menyusul kejadian menonjol berupa gangguan pencernaan yang dialami sejumlah penerima manfaat program MBG. Berdasarkan surat bernomor 1928/D.TWS/04/2026, Sabtu (25/4).
Penghentian operasional dilakukan sebagai langkah investigasi sekaligus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dalam surat tersebut dijelaskan, keputusan ini merujuk pada laporan Koordinator Regional Provinsi NTB terkait kejadian gangguan pencernaan yang terjadi pada (24/4), serta mengacu pada petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan program MBG tahun anggaran 2026.
“Mempertimbangkan risiko yang dapat ditimbulkan terhadap kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan, maka ditetapkan pemberhentian operasional sementara terhadap SPPG tersebut,” demikian kutipan dalam surat resmi BGN melalui Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan pada Direktur Pemantauan dan Pengawasan, Qudi Setiawan,” abtu (25/4).
Tak hanya penghentian operasional, BGN juga merekomendasikan pemberhentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah kepada SPPG yang bersangkutan selama masa investigasi berlangsung.
Selain itu, pihak SPPG diwajibkan untuk segera menyelesaikan seluruh proses pembayaran yang menggunakan Virtual Account (VA) dalam waktu 1×24 jam untuk periode operasional sebelum surat diterbitkan.
BGN menegaskan, pencabutan status penghentian operasional hanya dapat dilakukan setelah pihak SPPG menyerahkan bukti perbaikan serta dokumen pendukung yang sah. Selanjutnya, dokumen tersebut akan diverifikasi oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III sebelum dinyatakan layak untuk kembali beroperasi.
Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya pengawasan ketat pemerintah dalam memastikan kualitas dan keamanan pangan dalam program MBG, khususnya setelah munculnya kasus yang berdampak pada puluhan siswa di wilayah tersebut.(*)








