Gledeknews, Lombok Timur – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim), Jumat (24/4), kini masih dalam proses penyelidikan.
Puluhan siswa sebelumnya dilaporkan mengalami gejala keracunan dan mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pengadangan.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk dilakukan uji laboratorium.
“Kami sudah mengirimkan sampel ke BBPOM. Hasilnya nanti akan kami serahkan ke Satgas,” ujarnya, Sabtu (25/4)
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium tersebut diperkirakan akan keluar dalam kurun waktu satu hingga maksimal dua minggu. Untuk itu, pihaknya saat ini masih menunggu hasil resmi guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami menunggu saja dari BBPOM, kemungkinan satu minggu sampai maksimal dua minggu,” tambahnya.
Kadis tegaskan bahwa Dinas Kesehatan melalui Puskesmas fokus pada penanganan para siswa yang terdampak. Upaya tersebut meliputi pelayanan medis serta memastikan kesiapan fasilitas pendukung.
“Kalau kami dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas fokus pada penanganan siswa atau korban. Termasuk memastikan kesiapan sarana prasarana, alat kesehatan, dan SDM agar penanganan bisa dilakukan dengan baik dan terkoordinir,” tandasnya.(GL)








