Gledeknews, Lombok Timur – Sejumlah pemilik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur mengaku resah atas dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dan Polisi yang diduga menjadi suplayer pengadaan bahan baku dapur MBG.
Para pemilik dapur menyebut, oknum tersebut tidak hanya menawarkan diri sebagai suplayer, tetapi juga diduga melakukan tekanan agar bahan baku yang mereka sediakan dapat diakomodir. Tekanan itu bahkan disebut-sebut disertai dalih perintah pimpinan demi menyukseskan program MBG yang dicanangkan Presiden RI.
“Kami tidak menampik ada oknum anggota TNI dan Polri di Lombok Timur yang menjadi suplayer ke dapur MBG. Yang membuat kami resah, ada dugaan penekanan agar barang mereka harus diterima,” ungkap sejumlah pemilik dapur MBG,Selasa (17/2).
Menurut mereka, kondisi tersebut membuat pengelola dapur tidak bisa bekerja secara maksimal dan profesional. Di satu sisi diminta menyukseskan program MBG, namun di sisi lain mendapat tekanan agar menerima pasokan tertentu.
“Heran kami, mengatasnamakan sukseskan program MBG, tapi justru menekan kami agar barangnya bisa masuk ke dapur,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Lombok Timur I Komang Sarjana saat dikonfirmasi menegaskan akan menindaklanjuti jika ada laporan yang jelas dan disertai identitas oknum yang dimaksud.
“Silakan sebutkan nama anggotanya agar jelas. Itu akan menjadi atensi kami untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Terpisah, Komandan Kodim 1615 Lombok Timur Ery A saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut mengarahkan agar dilakukan koordinasi lebih lanjut melalui Pasi Teritorial.(GL)








