Gledeknews, Lombok Timur – Sejumlah warga di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, mengeluhkan berkurangnya saldo rekening mereka secara tiba-tiba usai menerima dana bantuan sosial. Pengurangan saldo tersebut diduga terjadi tanpa pemberitahuan dan di luar kesepakatan awal penyaluran bantuan.
Salah seorang penerima bantuan berinisial MH mengaku sempat menerima transfer dana bantuan sebesar Rp2 juta. Namun, saat melakukan pengecekan saldo, ia justru mendapati pengurangan dana hingga mencapai Rp4 juta dari rekening pribadinya.
“Informasinya yang ditarik itu hanya satu juta rupiah. Tapi setelah saya cek, saldo saya malah berkurang sampai empat juta,” ujar MH kepada wartawan, saat dikonfirmasi terkait batuan modal UMKM dari Dinas Koprasi dan UMKM Lombok Timur beberapa hari kemarin. Senin (16/2).
MH mengaku sempat berniat mendatangi pihak bank penyalur untuk meminta penjelasan. Namun, karena antrean pelayanan yang cukup padat saat itu, ia mengurungkan niat tersebut dan memilih memindahkan rekening ke bank lain.
“Saya tidak mau ribet, antre lama. Akhirnya saya ganti rekening saja ke bank lain,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah penerima bantuan lain di wilayah Pringgasela Selatan. Bahkan, ada warga yang mengaku saldo rekeningnya hanya tersisa sekitar Rp100 ribu setelah terjadi penarikan dana yang tidak mereka ketahui sebelumnya.
Warga mempertanyakan mekanisme penarikan dana tersebut karena tidak ada pemberitahuan resmi sebelumnya. Mereka menilai, sebagai nasabah sekaligus penerima bantuan, seharusnya pihak bank penyalur memberikan penjelasan secara transparan terkait pemotongan dana.
“Kami tidak keberatan kalau memang yang diambil itu dana bantuan. Tapi jangan sampai tabungan kami juga ikut terpotong. Kalau sejuta, silakan ambil sejuta, jangan lebih,” tegas salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak bank penyalur belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penarikan saldo rekening para penerima bantuan di Kecamatan Pringgasela, Pringgasela.(*)








