Gledeknews, Lombok Timur – Jembatan penghubung Kecamatan Pringgasela dan Masbagik yang berlokasi di Desa Lendang Nangka Utara, Lombok Timur (Lotim), hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi tersebut mengakibatkan terganggunya berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah seorang warga, Indari, mengatakan kerusakan jembatan sangat berdampak pada aktivitas harian warga, khususnya dalam mengakses pendidikan. Ia terpaksa menempuh jalur yang lebih jauh untuk mengantarkan anaknya ke sekolah, setelah jembatan darurat yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga dibongkar.
“Kalau jembatan sementara itu masih ada, tidak terlalu susah karena tidak perlu memutar jauh ke sekolah. Tapi sekarang sudah dirobohkan,” ujarnya, Kamis (12/02).
Indari menuturkan, pembangunan jembatan sebenarnya sempat dimulai beberapa waktu lalu. Alat berat bahkan telah diturunkan ke lokasi dan dilakukan pengerukan sebagai tahap awal sebelum pengecoran. Namun hingga kini, proyek tersebut terkesan terhenti lantaran alat-alat berat justru ditarik kembali tanpa penjelasan kepada warga.
“Sekitar dua minggu lalu alat berat sudah datang, tapi kemudian ditarik lagi. Sekarang aktivitas kami sangat terganggu karena akses ini benar-benar terputus,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Vira mengaku kondisi tersebut semakin menyulitkan, terlebih menjelang bulan suci Ramadan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus melalui jalur alternatif yang lebih jauh dengan kondisi jalan yang rusak.
“Kalau sudah masuk Ramadan pasti lebih susah. Pasar mingguan ada di sebelah barat, tapi kita terpaksa memutar jauh lewat jalan yang jelek,” katanya.
Tak hanya itu, pendistribusian program MBG juga ikut terdampak. Kondisi jalan yang tidak memadai kerap membuat makanan yang diangkut berserakan di perjalanan. Warga dan petugas MBG harus menempuh jarak sekitar dua kilometer melalui jalur memutar, padahal sebelum jembatan rusak jarak tempuh hanya sekitar 200 meter.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian dan mempercepat pembangunan jembatan, mengingat akses tersebut merupakan jalur vital penghubung antarwilayah serta penopang utama aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Lalu Muliadi, menyampaikan bahwa pengerjaan jembatan tersebut saat ini telah diambil alih oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim.
“Kami belum memonitor langsung ke lokasi, namun sepengetahuan saya pekerjaan jembatan tersebut sudah dipegang oleh Dinas PUPR. BPBD hanya membantu dari sisi administrasi,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Lotim, Achmad Dewanto, mengaku masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari BPBD Lotim. Hal itu lantaran adanya informasi bahwa pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang akan bertanggung jawab terhadap pembangunan jembatan tersebut.
“Kami masih menunggu koordinasi dari BPBD Lotim, karena informasinya Pemprov yang akan bertanggung jawab,” katanya singkat.(GL)








