Gledeknews, Lombok Timur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur memilih tidak memberikan komentar terkait jenis menu maupun komposisi bahan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lombok Timur (Lotim), Lalu Aries Fahrozi, menegaskan bahwa persoalan menu MBG bukan merupakan ranah teknis instansinya. Oleh karena itu, pihaknya enggan mengomentari lebih jauh terkait standar menu yang disajikan di setiap dapur SPPG.
“Kalau masalah menu, saya tidak mau komentari karena bukan ranah kita,” kata Lalu. Aries saat ditemui pada Kamis, (5/2).
Menurutnya, tanggung jawab penyusunan dan pengawasan menu MBG sepenuhnya berada di bawah kewenangan SPPG, termasuk peran ahli gizi yang bertugas di masing-masing dapur.
“Untuk diketahui, menu MBG itu urusan SPPG dan ahli gizi di sana,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal perekrutan tenaga ahli gizi di setiap dapur SPPG. Ia menyebut kewenangan tersebut berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN), bukan Dinkes daerah.
“Kalau soal ahli gizi itu bukan ranah kami. Jadi kami tidak ada urusan dengan ahli gizi dan tidak bisa mengambil kebijakan,” jelasnya.
Meski demikian, Dinkes Lotim mengaku tetap melakukan langkah antisipatif. Ia katakan pihaknya telah mengumpulkan seluruh kepala puskesmas se-Lotim, untuk memperkuat koordinasi dengan dapur-dapur SPPG di wilayah kerja masing-masing.
“Tadi kami sudah mengumpulkan kepala puskesmas untuk kami tekankan agar melakukan koordinasi dengan dapur SPPG, supaya menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.(GL)








