Gledeknews, Lombok Timur – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menindaklanjuti informasi adanya dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.
Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Wilayah BPMP NTB Lombok Timur, Selamat Riadi, usai melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur serta pihak sekolah, di Kantor Dikbud Lotim, Rabu (4/2).
Selamat Riadi menjelaskan, informasi awal mengenai dugaan perundungan tersebut diperoleh langsung dari Direktorat Jenderal pada Kementerian Pendidikan RI yang kemudian diteruskan kepada Kepala BPMP NTB.
“Kami mendapat informasi langsung dari Direktorat di Kementerian Pendidikan yang menyampaikan bahwa di Lombok Timur terdapat dugaan kasus perundungan, yakni seorang anak yang diduga dipukul oleh temannya,” jelasnya.
Namun demikian, berdasarkan hasil pertemuan dan diskusi bersama kepala sekolah, guru, serta Kepala Bidang SD dan Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Pringgabaya, kasus tersebut belum dapat disimpulkan.
“Kami belum bisa simpulkan apa penyebab pasti anak tersebut mengalami cedera. Karena menurut keterangan, sebelumnya anak ini dalam kondisi sehat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, teman yang diduga melakukan pemukulan juga mengaku tidak pernah melakukan perbuatan tersebut. Sementara itu, korban disebut menyebut nama temannya saat berada dalam kondisi tidak sadar.
“Penyebutan nama itu bukan saat anak dalam kondisi normal. Jadi kita masih menunggu kesimpulan, apakah kejadiannya di sekolah atau justru di luar sekolah, serta apa penyebab pastinya,” ujarnya.
Saat ini, BPMP NTB masih menunggu hasil skrining dari dokter psikolog di Puskesmas Labuhan Lombok untuk memastikan kondisi dan penyebab cedera yang dialami korban.
Meski belum ada kesimpulan, Selamat Riadi menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus tersebut karena menjadi perhatian serius Kementrian.
“Intinya, kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Namun perkembangan yang kami dapatkan hari ini akan langsung kami laporkan ke pusat, dan kasus ini akan terus kami pantau,” pungkasnya.(GL








