Gledeknews, Lombok Timur – Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Lombok Timur, menyoroti kinerja Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Timur dalam pelaksanaan Program Makan Gizi Gratis (MBG).
Dinilainya, Korwil tidak menunjukkan ketegasan dan keberanian dalam mengurai persoalan yang muncul di lapangan. Karena setiap aduan yang disampaikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kerap tidak ditindaklanjuti secara cepat dan proporsional. Alih-alih hadir langsung memberikan solusi, Korwil justru diduga melibatkan pihak-pihak di luar sistem resmi.
“Tidak boleh selesaikan persoalan dengan tangan-tangan orang lain, apalagi yang tidak jelas dasar dan kewenangannya,” kata Ketua SP Ansor Lotim, Muhammad Shalihin saat dikonfirmasi, Jumat, 16/1).
Menurutnya, Korwil yang telah dibekali Surat Keputusan (SK) serta mandat untuk mengoordinasikan seluruh pelaksanaan program MBG di Lombok Timur. Karena itu, tanggung jawab tersebut seharusnya dijalankan secara langsung, terbuka, dan berani.
“Kalau soal komunikasi, seharusnya dikoordinasikan dengan baik. Tidak boleh ada juru bicara tidak resmi,” ujarnya.
Shalihin menilai pelibatan pihak luar yang tidak memiliki legalitas kelembagaan justru mencerminkan lemahnya kepemimpinan Korwil sebagai perwakilan Badan Gizi Nasional di daerah. “Ini menunjukkan ketidakpercayaan terhadap kemampuan dirinya sendiri,” katanya.
Ia menekankan, setiap persoalan di lapangan semestinya diselesaikan melalui koordinasi dan musyawarah dengan seluruh pemangku kepentingan. Namun, ia menyebut informasi yang diterimanya menunjukkan mekanisme musyawarah jarang dilakukan dalam penyelesaian masalah SPPG.
“Musyawarah itu budaya ketimuran. Tapi informasi yang kami terima, pola itu tidak berjalan,” ujarnya.
Karena itu, Shalihin meminta Korwil BGN Lombok Timur lebih aktif dan responsif dengan turun langsung ke seluruh titik SPPG. Dengan mandat yang melekat pada SK, Korwil dinilai wajib hadir dan tanggung jawab penuh tanpa melibatkan pihak yang tidak berkepentingan.
“Kalau tidak mampu menjalankan tugas, lebih baik diganti saja. Itu sederhana,” tandasnya.(GL)








