Gledeknews, Lombok Timur – Kepala Desa Danger Kecamatan Masbagik Lombok Timur Kaspul hadi ancam akan laporkan Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Lendang Nangka 2, yang berlokasi di Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Lombok Timur ke BGN. Pasalnya salah menu yang disajikan rusak dan udah berulat (Buah Jeruk-red).
Selain buah, menu yang disajikan antara lain Roti, susu, telur dan jagung. menu tersebut disalurkan ke sejumlah titik posyandu yang ada di wilayah Desa Danger pada Selasa (4/11) untuk menu dua hari.
Hal itu diungkapkan Kepala Desa Danger Kaspul Hadi, saat dikonfirmasi terkait menu yang disajikan untuk Posyandu di wilayah Desa Danger.
“Seperti inilah bentuk makanan MBG yang di distribusikan ke masyarakat DESA DANGER untuk 2 hari. semua ini akan saya laporkan team pengelola MBGnya,” katanya.
Dikatakannya, setelah mengecek langung di sejumlah lokasi posyandu yang menjadi lokasi pendistribusian MBG kepada masyarakat, pihak Pemdes menemukan menu buah jeruk yang rusak dan berulat.
Menurutnya, seharusnya pihak pengelola dapur MBG mastikan dulu menu sesuai dengan standar gizi dan SOPnya. Tentu dengan kondisi ini, patut dipertanyakan dapur MBG tersebut tidak m jalankan SPO dengan baik.
“Kita patut pertanyakan apakan Dapur MBG ini dalam menyajikan menunya sesuai dengan standar BGN,” tegasnya.
Sementara itu, Diki Wahyu, SPPI Dapur MBG Lendang Nangka II, saat dikonfirmasi mengatakan tidak menyangkal adanya buah yang rusak dan berulat yang diterima oleh masyarakat, karena jumlah yang diterima dari suplayer banyak dan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan.
Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan perbaikan dengan adanya masukan dari masyarakat. “Kita tetap melakukan pemeriksaan. Mungkin karena buahnya banyak dan mungkin buah teng terhimpit didalam,” katanya.(GL)








