Gledeknews, Lombok Timur – Pihak Mitra Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG Berbagi Mulia Pringgabaya Lombok Timur memastikan tidak ada keracunan yang dialami oleh siswa yang menjadi sasaran penerima manfaat menu makanan bergizi gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Pihkanya.
Hal tersebut disampikan berdasarkan rekam medik yang didapat sesuai hasil pemeriksaan tenaga medis (Nakes) Puskesmas Batuyang tidak ditemukan indikasi keracunan, tapi pasien bersangkutan diindikasikan mengidap penyakit tipes.
“Hasil pemeriksaan medisnya tidak ada indikasi keracunan, tapi dua siswa kita itu tipes dan sudah diberikan perawatan intensif,” kata Rudianto penanggung jawab dapur MBG Berbagi Mulia, Senin (20/10)
Menurutnya, sekalipun tidak ada indikasi yang mengarah pada keracunan yang tidak diakibatkan oleh menu MBG yang bersumber dari SPPG-nya, atas peristiwa itu pihaknya tetap menjadikannya dasar evaluasi untuk melakukan pembenahan untuk menjadi lebih baik.
“Tetap kita jadikan evaluasi, hari itu juga teman-teman dari jajaran Dinas Kesehatan dan TNI/Polri langsung ke dapur, dan alhamdulilah hasilnya baik,” paparnya.
Selain itu, dirinya juga menegaskan tidak ada keterkaitan SPPG yang dia kelola dengan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin. Tapi, tetap merupakan tanggungjawab pihaknya selaku pengelola dapur.
“Saya tegaskan tidak ada keterkaitan atau afiliasi apapun dapur kami dengan Pak Bupati. Itu murni tanggungjawab kami, karena setiap dapur punya mitra masing-masing,” tegasnya.
Dirinya juga memastikan pihaknya akan terus membenahi semua standar MBG yang dikelolanya sesuai standar Badan Gizi Nasional, kendati saat ini pun sudah sesuai dengan standar baku yang ditetapkan.
“Saat ini semua SOP dari BGN kita penuhi, kami pun akan terus kami tingkatkan standar yang ada, baik dari sisi standar kesehatan, higenisistas, IPAL dan lainnya,” tandasnya.
Berita sebelumnya, Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di bawah naungan yayasan Haerul Warisan berada di wilayah kecamatan Pringgabaya menjadi sorotan.
Pasalnya sekitar 31 orang siswa dari empat sekolah dilarikan ke Puskesmas Batuyang dan klinik swasta diduga mengalami keracunan pasca menyantap nasi goreng MBG diberikan dapur tersebut, Jumat (17/10).
Kemudian dari sekian banyak siswa yang berbondong-bondong ke Puskesmas dan klinik swasta di wilayah kecamatan Pringgabaya. Karena mengalami sakit perut, mual dan muntah-muntah.
Sehingga menyebabkan 27 orang siswa diberikan pulang setelah kondisi membaik dan empat orang siswa lainnya terpaksa di infus karena kondisinya.
Diantara sekolah yang siswanya diduga mengalami keracunan MBG Keempat yakni SMP Satu atap Pohgading Timur, SDN 5 Pohgading, SDN 8 Pringgabaya dan MI NW Darul Hikmah Pekosong Pringgabaya dan SMP IT Al Hikam Pohgading.
Kepala Puskesmas Batuyang LM. Hilmi saat dikonfirmasi membenarkan adanya siswa yang dibawa ke Puskesmas dengan mengalami mual, pusing dan sakit perut.
“Siswa yang datang dibawa orang tuanya,” tegasnya.(GL)








