Gledeknews Lombok Timur – Ikatan mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Lombok timur (Lotim), menyoroti dan menilai adanya indikasi kelalaian sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) dan ahli gizi dalam mendistribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu sorotannya adalah kejadian yang mengakibatkan salah seorang siswa di sekolah dasar Negri (SDN) 3 Pancor Kecamatan Selong Kabupaten Lombok timur pada Rabu 10 September 2025 mengalami mual-mual hingga muntah.
“SPPI dan ahli Gizi seharusnya memastikan makanan ini sesuai standar Oprasional Gizi (SOPG) sebelum di distribusikan ke penerima manfaat. Jangan sampai makanan bergizi gratis (MBG) berubah makna menjadi makanan berbahaya gratis (MBG), inikan akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG,” ungkap Yandis Ketua IMM cabang Lotim dalam keterangan tertulis dikonfirmasi, Jumat (11/9).
Dikatakannya, Negara sudah menfasilitasi SPPI, Ahli gizi dan Aslap dengan diberikan gaji, bahkan menyiapkan kurang lebih 120 juta perbulan untuk sewa dapur. “Jadi SPPI dan ahli gizi harus bertanggung jawab penuh disitu,” tegasnya.
Yandis mengingatkan SPPI, Ahli Gizi dan Aslap untuk tidak terlibat dalam aktivitas berbisnis. “Jangan ikut-ikutan berbisnis, jika pun dapur itu menyiapkan makanan tidak sesuai standar gizi nasional, maka SPPI dan ahli gizi berhak Untuk menolak makanan tersebut untuk diatribusikan,” sambungnya.
Diungkapnya, adanya dapur ini menjadi pihak ke tiga yang menyediakan makanan. Sedangkan Negara melalui SPPI dan Ahli gizi sebagai pelaksana, pengawas dan pendistribusi harus memastikan makanan itu benar-benar aman. “Jika ini terus terjadi, maka saya yakin kepercayaan masyarakat atas program Presiden Prabowo Subianto ini akan turun,“ tegasnya.
Sebelumnya, Viral di media sosial (Medsos), status orang tua siswa pertanyakan lokasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyuplai ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pancor Kecamatan Selong, Lombok Timur (Lotim). Pasalnya anaknya setelah pulang sekolah perutnya mual-mual dan muntah.
“Info dong yang masak MBG SDN 3 Pancor siapa ya? Anak saya pulang sekolah perut mules dan muntah-muntah. Jagung di makan setengah sma tahu basi katanya bau nya sudah tidak enak. Marah dong ya liat anak-anak dikasi makanan basi…. ,” ungkapnya dikutif dari medsos Facebook dengan nama akun Dyan ValNez yang merupakan siswa di SDN 3 Pancor.
Dalam statusnya itu, orang tua murid memberikan masukkan agar satu dapur MBG menangani untuk sekolah.(GL)








