GledekNews-Lotim. Ketua Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) Lombok Timur Dr. Syamsuhaidi melakukan persentasi terkait Kajian pembuatan pabrik mini untuk pemenuhan pakan ternak dan ikan di hadapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terang biro Humas TBUPP Andra Ashadi, SH. Rabu (16/09/2020).
Persentase ini di kemas dalam bentuk seminar terbatas, yang di langsungkan di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangun Daerah (BAPPEDA) Lombok Timur dimana di buka Langsung oleh Kepala Badan (Kaban) BAPPEDA Lombok Timur Hj. Baiq Miftahul Wasli, SE, M.Si.
Ketua Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) Dr. Syamsuhaidi melalui Biro Humas Andra Ashadi, menjelaskan Kajian ini muncul karena mahalnya harga pakan baik untuk ikan maupun ayam, peternak kita khususnya di Lombok Timur sangat ketergantungan dengan pakan buatan pabrik, belum lagi harga pakan terus merambah naik karena sebagian bahan baku dari luar, dan sebagian besar pakan ikan dan unggas di datangkan dari luar.
Sedangkan sasaran dan tujuan dari industrialisasi ini adalah Peternak mendapat pakan dengan harga lebih murah, meningkatkan pendapatan peternak, serta termanfaatkannya bahan baku potensial.
Sementara untuk Bahan baku dan peluang pasar, sangat mendukung, karena bahan bakunya tersedia di pulau Lombok seperti jagung, dedak padi, kedelai, tepung ikan, dsb.
Lebih jauh di jelaskan Andra untuk produk yang di hasilkan nantinya berupa
Bahan baku pakan (tepung jagung, dedak, tepung hijau dll), sementara dalam bentuk produk jadi seperti
Konsentrat untuk unggas, pelet untuk ikan.
Dan yang terpenting Peluang Industrialisasi ini terlaksana karna sejalan dengan RPJMD Lotim terang Pak ketua TBUPP Dr. Syamsuhaidi dalam persentasi tadi terang Andra
Lebih jauh di jelaskan, adanya permintaan pakan ikan oleh Agro Selaparang 80 ton perbulan, Program Pemprov NTB kampung unggas, seluruh pakan pabrik masih di datangkan dari luar, dengan harga pakan pabrikan semakin mahal,.Berbagai penelitian akademis hasil ternak tidak maksimal karena kualitas pakan yang semakin menurun, hal hal ini adalah faktor yang akan membuat industrialisasi pakan ternak ini menjadi potensial di daerah kita jelas Andra.
kenapa menggunakan unit pabrik penggilingan padi dalam industrialisasi pakan ternak ini, karena pabrik penggilingan padi sebagai sebuah unit bisnis yang sudah berjalan dan sudah memiliki imprastruktur seperti lantai jemur, bangunan, mesin penggerak, mesin pemecah, serta Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga hanya membutuhkan penambahan modal, penambahan teknologi seperti mikser, mesin Miller, dll tutup humas TBUPP ini. (Red).








