Gledeknews, Lombok Timur – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lombok Timur mengingatkan masyarakat Lombok Timur untuk jaga penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC). Karena penyakit TBC sangat cepat menular dilingkungan itu, khususnya penyebaran dilingkungan keluarga.
Demikian dikatakan Kadinkes Lombok Timur (Lotim) Dr. H Pathurrahman. Selasa (31/6). “Kita ada warga yang terinfeksi penyakit TBC, resiko penularannya tinggi terutama dilingkungan rumah tangga,” katanya.
Dijelaskanya bahwa Tuberkulosis (TBC) ini, merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang krusial.
”TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyebar ke organ tubuh lain,” sebutnya, seraya ungkapkan khawatirkan terhadap penularannya sangat mudah, terutama di lingkungan rumah tangga.
Dan penularan penyakit TBC ini melalui udara, terutama ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Sehingga ketika terjadi dalam satu rumah tangga, kemungkinan besar anggota keluarga lain, berisiko terinfeksi, ketika tidak segera dilakukan pencegahan dan pengobatan
”Ketika di dalam satu rumah tangga ada yang terinfeksi, untuk segera memeriksakan diri, agar tak menyebar ke keluarga lain,” katanya.
Disebutkan, langkah pencegahan TBC di rumah tangga tersebut, yaitu memastikan ventilasi rumah baik, penggunaan masker bagi penderita, tidak tidur sekamar dengan pasien yang belum diobati, serta mengikuti pengobatan TBC secara tuntas selama 6 hingga 12 bulan.
Meski demikian, melalui program Temukan, Obati Sampai Sembuh (TOSS) untuk TBC. Pemerintahp terus mendorong masyarakat untuk tidak takut memeriksakan dan mengobati diri.
“Kesadaran untuk deteksi dini, pengobatan tepat, dan pencegahan di lingkungan rumah tangga sangat penting. Ini guna memutus rantai penularan penyakit mematikan ini,” ujarnya.
Dijelaskan jumlah kasus TBC ditemukan hingga pertengahan tahun 2025 ini, sebanyak 900 kasus lebih. Sehingga pemerintah terus menggencarkan sosialisasi program Temukan.
Ia menambahkan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC tersebut di tengah masyarakat, seperti menggandeng kader kesehatan dan tokoh masyarakat desa, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaporan kasus.
“Jika masyarakat mengalami batuk lebih dari dua minggu, apalagi disertai demam, keringat malam, dan penurunan berat badan, sebaiknya segera memeriksakan diri,”tandasnya.(GL)








