Gledeknews, Lombok Timur – Ratusan massa aksi pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Sikur Barat geruduk Kantor Desa Sikur Barat Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Masa aksi demo datang ke kantor desa untuk meminta dan menanyakan langsung penggunaan anggaran dana desa (DD) selama ini yang dikelola.
Pasalnya, selama ini massa aksi menuding pemerintah desa (Pemdes) tidak pernah ada transparansi kepada masyarakat dalam penggunaan anggaran.
Dalam pantauan media ini puluhan masa aksi pendemo mendatangi kantor desa Sikur Barat dengan membawa sound system dan sejumlah pamflet dengan sejumlah tulisan tuntutan. Selama aksi mendapatkan pengamanan dari pihak kepolisian dan Pol PP Lotim.
Dimana dalam tuntutannya, masa aksi pertanyakan bantuan pangan, transparansi anggaran desa, pembangunan kolam, pengelolaan Bumdes, dan Ambulan desa.
“Kami akan lawan dan kami menuntut untuk diusut tuntas ntas terkait dengan bantuan pangan, transparansi anggaran desa, usut tuntas pembangunan kolam, perjelas bumdes, dan masalah ambulan desa,” tegas Haerul Azmy dalam orasinya pada saat aksi demo berlangsung.
Orator dalam orasinya masyarakat selama ini masyarakat selalu diam, tapi hari ini kedatangan ke kantor desa untuk meminta hak masyarakat yang selama ini di sembunyikan.
Mereka tidak mau lagi di pimpin oleh pemimpin yang pecundang, masyarakat butuh pemimpin yang adil bukan pemimpin yang arogan.
“Kami ingin desa yang bermartabat dan kami mau pemimpin oleh kepala desa yang jujur kepada masyarakatnya,” tegasnya.
Sementara Kades Sikur Barat Zul Pakarudin saat di komfirmasi membatah semua apa yang menjadi tuduhan. Kendati demikian pihaknya menghargai langkah masyarakat yang melakukan aksi pada hari ini.
“Kami sejak dilantik kami sudah menyusun RPJMD dan apa menjadi usulan masyarakat sudah terakomodir. Semua program sudah kita laksanakan,” tandasnya singkat.
Sebagai informasi, setelah masa akasi melakukan aksi dan orasi dengan sejumlah tuntutannya, kemudian masa aksi bubarkan diri dengan teratur. Selanjutnya massa aksi akan ke Kejelasan Lombok Timur dengan membawa sejumlah dokumen laporan.(GL)








