Gledeknews, Lombok Timur – Seorang siswa asal Dusun Ujung, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru berinisial RN kelas 6 SDN 1 Pemongkong diduga dipukul oleh oknum gurunya hingga terluka dibagian dahi kanan.
Dari keterangan Yoga sang ayah, RN dipukuli lantaran pergi ke toilet dan memasuki ruang kelas saat ada acara pengajian di teras sekolah.
“Saat itu hari Jumat (18/10) pagi, saya ditelpon oleh sepupu saya kalo anak saya (RN) diduga dipukuli hingga babak belur oleh oknum gurunya, ” ujar yoga (Ayah RN) kepada awak media, Sabtu (19|10).
Ia juga menjelaskan bahwa ini kejadian sudah kedua kalinya, dimana sebelumnya RN pernah dipukul juga dibagian dada yang mengakibatkan sesak nafas.
“Ini sudah kedua kalinya anak saya (RN) dipukul guru di SDN 1 Pemongkong, kecamatan Jerowaru. Sebelumnya RN dipukul dibagian dada sampai sesak nafas, “ujar sang ayah.
Lebih lanjut, Yoga menuturkan, bahwa saat kejadian pertama dirinya pernah ingin melaporkan oknum guru SDN 1 Pemongkong tersebut, akan tetapi ada sahabatnya yang menahan dan akhirnya tidak dilakukan.
“Ketika kejadian pertama itu, saya sempat mau melaporkan guru itu, tapi tahan sama sahabat saya, “ujarnya.
Selain itu, Yoga juga tidak melarang para guru untuk menghukum anaknya jika salah, namun hukumannya juga disesuaikan dengan umur dan kondisi anaknya.
” Saya juga tidak melarang anak saya dihukum jika dia salah, tapi jangan sampai keterlaluan saja dan membuat anak saya berdarah di bagian dahinya,” tandasnya.
Sementara, Kepala SD 1 Pemongkang, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp dan via Telpon seluler, untuk dimintai tanggapan terkait hal itu. Sampai berita ini diterbitkan masih contreng satu dan tidak dapat dihubungi.(*)








