GledekNews.com
Kamis, Juli 30, 2026
  • Login
  • Register
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
GledekNews.com
No Result
View All Result
Home BERITA

Dituding Pelayanan Kurang Maksimal, Berikut Klarifikasi Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong

gledek by gledek
20/07/2024
in BERITA, KESEHATAN, Lombok Timur
0
Dituding Pelayanan Kurang Maksimal, Berikut Klarifikasi Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong
1000
SHARES
1000
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gledeknews, Lombok Timur – Tudingan terhadap pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong, terkait salah satu pasien asal Desa Kembang Kerang karena alasan tidak ada biaya untuk dilakukan tindakan Computerized Tomography Scan (CT Scan).

ADVERTISEMENT

Terkait itu saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Soedjono Selong, dr. HM. Hasbi Santoso, M.Kes dihadapan media menyampaikan bahwa pada saat pasien atas nama Khairul Wardi dirujuk dari Puskesmas Aikmel ke RSUD Soedjono, pihaknya langsung memberikan tindakan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

RELATED POSTS

Kenal Lewat Tiktok, Habis Kepergok Warga, Suami Ceraikan Istrinya Lewat VC, Berakhir Damai

Kepergok Warga Dua Sejoli Kumpul Kebo di Lotim, Motor Dibakar dan Nyaris Diamuk Massa

Proses tersebut sesuai dengan hasil diagnosa observasi awal di Puskesmas Aikmel, pasien alami gejala kejang-kejang, karena penurunan kesadaran EC Suspect Meningoensefalitis sekitar Pukul 15.40 pada Kamis (18/07).

Selanjutnya petugas IGD RSUD Soedjono melakukan anamnesa ulang, sesuai hasil anamnesa, pasien alami kejang tonik kronik seluruh tubuh, bola mata mendelik keatas dengan suhu tubuh 38 derajat celcius. Pasien juga alami konvulsi e.c status epilepticus DD suspect epilepsy dan observasi febris H4.

Kemudian atas gejala yang dialami itu, petugas IGD langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk diberikan obat untuk menghentikan kejang-kejang yang dialami oleh pasien.

“Semua obat-obatan yang diinstruksikan oleh pihak dokter telah diberikan, selanjutnya petugas IGD kembali berkoordinasi dengan para dokter dan perawat untuk melakukan tindakan medis selanjutnya,” katanya. Sabtu (20|7).

Kemudian, sesuai petunjuk dari dokter, pasien diarahkan untuk menjalani CT Scan. Tapi sebelum tindakan itu dilakukan, dokter meminta petugas IGD untuk memeriksa fisik pasien. Ternyata hasil pemeriksaan, dinyatakan pasien belum bisa menerima tindakan CT Scan, karena kondisi fisik masih lemah (pasien masih dalam kondisi kejang dan bola mata masih berbalik keatas) serta masih dibantu alat bantu pernapasan.

“Awalnya kami sudah persiapan intubasi dan siapkan ruangan ICU. Tapi karena kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan CT Scan maka tindakan itu tidak dilakukan. Jika tindakan itu dilakukan, maka kondisi pasien akan memburuk,” paparnya.

Lanjut Hasbi, dalam proses itu, pihaknya memastikan petugas mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang baku. Bukan karena alasan subjektif apakah orang kaya atau tidak. Dirinya pun membantah keras tudingan jika CT Scan tidak dilakukan karena pasien tidak memiliki biaya.

“Petugas kami bekerja sesuai SOP yang baku. Jadi sangat tidak benar kalau petugas kami tidak melakukan CT Scan karena pasien tidak ada biaya. Faktanya petugas IGD melakukan tindakan cepat sesuai petunjuk dari dokter,” bebernya.

Masih lanjut Hasbi, memang pasien registrasi sebagai pasien umum. Tapi setelah pihak keluarga berkonsultasi ke bagian manajemen pelayanan pasien (MPP). Setelah konsultasi, petugas  mengarahkan keluarga pasien untuk membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk diuruskan kepesertaan BPJS Kesehatan oleh pihak rumah sakit, sebab saat ini Lombok Timur menyandang universal health coverage (UHC).

“Jadi kami sebenarnya akan mengurus pasien yang masuk dengan registrasi umum itu berubah agar menjadi gratis. Jadi besoknya itu, setelah persyaratan UHC siap, bagian MPP akan memproses agar pasien masuk di daftar UHC dan masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, agar keluarga pasien tidak membayar,” jelas Hasbi.

“Jadi sekali lagi kami tegas, jika petugas kami tidak pernah membahas soal biaya. Semua tindakan medis sesuai SOP sudah dilakukan kepada pasien,” imbuhnya.

Lanjut Hasbi, setelah dilakukan tindakan intensif, ternyata pada Pukul 21.45 pasien dinyatakan meninggal dunia di IGD RSUD Soedjono.

Kemudian setelah pasien dinyatakan meninggal, kami menjelaskan terkait pemulangan jenazah. Tapi keluarga pasien bersikeras membawa pulang jenazah dengan menggunakan mobil ambulance desa. Sehingga status pasien masih teregistrasi sebagai pasien umum.

“Pasien pulang dengan status sebagai pasien umum dan membayar di kasir IGD sejumlah Rp1,358.000.00,” tuturnya.

Atas kejadian itu, dirinya pun meminta semua pihak, terutama aparatur pemerintah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat (kepala desa dan kepala wilayah) untuk memahami alur SOP pelayanan rumah sakit.

Bukan sebaliknya memberikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Sebab hal itu dapat menimbulkan dis-informasi di masyarakat luas oleh karena terjadi mis-komunikasi.

“Kami berharap kepada semua kita untuk terlebih dahulu tabayyun (kroscek langsung, red) apa dan bagaimana peristiwa sebenarnya, agar informasi yang kita terima utuh dan komprehensif agar masyarakat kita memahami kejadian dan peristiwa sebenernya,” tandasnya. (GL)

Share400SendShareTweet250Share100
ADVERTISEMENT
gledek

gledek

Related Posts

Kenal Lewat Tiktok, Habis Kepergok Warga, Suami Ceraikan Istrinya Lewat VC, Berakhir Damai

Kenal Lewat Tiktok, Habis Kepergok Warga, Suami Ceraikan Istrinya Lewat VC, Berakhir Damai

by gledek
30/07/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Buntut dari kasus kepergok warga di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur dua sejoli yang bukan...

Kepergok Warga Dua Sejoli Kumpul Kebo di Lotim, Motor Dibakar dan Nyaris Diamuk Massa

Kepergok Warga Dua Sejoli Kumpul Kebo di Lotim, Motor Dibakar dan Nyaris Diamuk Massa

by gledek
30/07/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Seorang wanita dengan inisial N. (24) dan seorang laki-laki berinisial M. (28) Nyaris menjadi amukan massa...

Bupati Ingatkan Pejabat Lotim

Bupati Ingatkan Pejabat Lotim

by gledek
29/07/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin mengingatkan agar kasus penegakan hukum yang terjadi di daerah...

Pemkab Lotim dan Kejari Tandatangani MoU Bantuan Hukum

Pemkab Lotim dan Kejari Tandatangani MoU Bantuan Hukum

by gledek
29/07/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim melakukan MoU tentang Bantuan Hukum...

Petani Barokah Zakat Terima Asuransi, BAZNAS Lotim Dorong Pemberdayaan Berkelanjutan

Petani Barokah Zakat Terima Asuransi, BAZNAS Lotim Dorong Pemberdayaan Berkelanjutan

by gledek
29/07/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Badan Amil Zakat (BAZNAS) Lombok Timur (Lotim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani melalui penyerahan...

RECOMMENDED

Kenal Lewat Tiktok, Habis Kepergok Warga, Suami Ceraikan Istrinya Lewat VC, Berakhir Damai

Kenal Lewat Tiktok, Habis Kepergok Warga, Suami Ceraikan Istrinya Lewat VC, Berakhir Damai

30/07/2026
Kepergok Warga Dua Sejoli Kumpul Kebo di Lotim, Motor Dibakar dan Nyaris Diamuk Massa

Kepergok Warga Dua Sejoli Kumpul Kebo di Lotim, Motor Dibakar dan Nyaris Diamuk Massa

30/07/2026
  • 52.2M Fans
  • 136 Followers
  • 26.7k Followers
  • 206k Subscribers
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Putra Sasak Jabat Kapolda NTB 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dibentak Para Kades, Dua Komisioner Bawaslu Lotim Keringat Dingin ‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Pelaku UMKM Internet RT/RW Tidak Bisa Dipidana Karena Ranah Perdata

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dianggap Kurang Elok Pj Bupati Lotim Tugaskan Alumni IPDN Jadi Kepala Pasar‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
GledekNews.com




Jl. Mawar No. 7

Komplek Rumah Sehat, Lingkungan Kampung Baru

Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong (83619)

Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia

+62 81918199111





Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Kategori

Advetorial BERITA Bima DESA Editorial EKONOMI GLEDEK NTB HIBURAN HUKUM Jakarta KESEHATAN Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Lombok Utara Mataram Musik NASIONAL NEWS OLAHRAGA OPINI PEMERINTAHAN PEMILU PEMUDA PENDIDIKAN PERTANIAN PILKADA POLITIK SOSOK SUMBAWA WISATA
Facebook Twitter RSS

© 2021 GledekNews – TIM IT Gledeknews gledeknews.

  • About
  • Contact
  • GledekTV
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Sitemap
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB

© 2021 GledekNews - TIM IT Gledeknews gledeknews.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In