Gledeknews, Lombok Timur – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim, H. Ahmat mulai ketar ketir terkait dengan kasus pose tiga jari yang viral tersebut.
Apalagi kasusnya sudah ditangani pihak Bawaslu Lombok Timur (Lotim) untuk diproses sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada.
“Kami melihat Kadis P3AKB Lotim ketar ketir dengan kasusnya pose tiga jarinya diproses Bawaslu,” kata sejumlah aktivis pergerakan di Lotim saat ditemui di Selong, Selasa (16|1).
Pasalnya, lanjutnya, bukan beralasan dimana Kadis P3AKB Lotim semenjak kasus pose tiga jarinya mencuat ke publik terus berusaha untuk mencari alasan pembenar terhadap masalah pose tiga jari tersebut.
“Kalau memang tidak benar kenapa pak Kadis seperti itu seperti orang kebakaran jenggot dan ketakutan saja,” ujarnya.
Sementara Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Lotim, Samsul Hadi, Senin (15|1) menegaskan bahwa pihaknya akan memproses kasus pose tiga jari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim, H. Ahmad bersama dua orang yang diduga ASN lainnya yang sempat viral.
“Kita akan proses sesuai aturan main yang ada Kadis P3AKB Lotim yang berpose tiga jari menjadi viral,” terang
Pihaknya juga, lanjut Gus Cunk panggilan akrab dari Samsul Hadi, pihaknya juga mulai turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran terhadap kasus tersebut. Dengan langsung membawakan surat undangan untuk klarifikasi terhadap yang bersangkutan.
Tapi Bawaslu akan memproses sesuai dengan aturan yang berlaku, karena ada informasi awal yang kita dapatkan untuk dijadikan acuan dalam menindaklanjuti kasus yang ada.
“Hasil temuan dilapangan nantinya dan hasil klarifikasi tentunya menentukan langkah selanjutnya yang akan kita lakukan dalam menangani kasus tersebut,” tandasnya.
Sementara pada pemberitaan sebelum viral foto Kadis PA3KB Lotim bersama tiga orang lainnya berfose bersama dengan tiga jari yang diduga merupakan simbul dukungan terhadap salah satu capres dan cawapres yang maju dalam Pilpres 2024.
Namun kemudian Kadis P3AKB Lotim membantah dengan tegas kalau itu bukan fose dukungan terhadap capres dan cawapres,akan tapi merupakan salam genre.
“Itu salam genre bukan salam mendukung salah salah satu capres dan cawapres,” katanya Ahmad seraya mengatakan silahkan saja kalau Bawaslu nantinya memanggil dirinya terhadap masalah ini tentu akan dijelaskan.
“Kalau saya dipanggil Bawaslu silahkan saja,” ujar H. Ahmad.(GL)








