Gledeknews, Mataram – Video dugaan perilaku tidak pantas yang diduga melibatkan sepasang mahasiswa saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur kembali menghebohkan media sosial.
Video berdurasi 13 menit 17 detik tersebut disebut-sebut direkam di wilayah Kecamatan Lenek dan menampilkan seorang perempuan yang diklaim sebagai mahasiswi peserta KKN dari salah satu perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menanggapi viralnya video tersebut, Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Mataram (Unram), Joko Jumadi, angkat bicara dan dengan tegas membantah bahwa pemeran dalam video tersebut merupakan mahasiswa Unram.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, video tersebut telah beredar sejak sekitar lima bulan lalu. Dengan demikian, dipastikan video itu tidak direkam pada saat pelaksanaan program KKN Unram.
“Memang secara visual ada kemiripan dengan salah satu mahasiswi kami. Namun dapat kami pastikan, dari logat bahasa yang digunakan dalam video tersebut, itu bukan mahasiswi Universitas Mataram,” ujar Joko, Senin malam (9/2).
Meski membantah keterlibatan mahasiswa Unram. Menurutnya, pihak civitas akademika tetap memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Satgas PPKS Unram berencana melakukan klarifikasi langsung kepada mahasiswi yang wajahnya disebut-sebut mirip dengan pemeran dalam video, guna memperoleh kepastian dan pembuktian yang lebih kuat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polda NTB dan saat ini masih menunggu hasil kepastian dari tim Inafis. Selain itu, kami juga akan kembali mengklarifikasi kepada mahasiswi yang bersangkutan,” jelasnya.
Joko menegaskan bahwa video asusila yang saat ini beredar luas di media sosial bukan berasal dari mahasiswa KKN Unram. Namun demikian, ia mengakui bahwa sebelumnya pernah beredar video lain yang melibatkan dua oknum mahasiswa KKN Unram berada di satu tempat tidur usai kegiatan, tanpa adanya unsur hubungan badan.
“Ada dua video yang berbeda. Video yang dulu itu sudah kami tindak lanjuti. Mereka hanya tidur bersama setelah kegiatan, tidak melakukan hubungan badan, dan itu bukan video yang saat ini viral. Namun tetap akan kami kroscek kembali untuk memastikan apakah ada video lain,” terangnya.
Satgas PPKS Unram memastikan bahwa kasus video sebelumnya telah ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku. Meski demikian, pihak kampus tetap melakukan penelusuran lanjutan guna memastikan tidak ada video lain yang melibatkan oknum mahasiswa KKN Unram.(GL)








