Gledeknews, Lombok Timur – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) hingga kini hasil laboratorium sampel makanan belum keluar terkait dugaan keracunan massal yang menyeret puluhan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG, Lombok Timur, Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela.
Sedikitnya 51 orang sebelumnya dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG. Sampel makanan yang diduga menjadi pemicu telah diuji di laboratorium, namun hasil resmi belum bisa dipublikasikan.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil resmi dari BBPOM Mataram.
“Kami masih menunggu hasil uji dari BPOM Mataram untuk memastikan penyebab pastinya,” ujarnya singkat, Senin (04/05).
Sementara Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, menjelaskan bahwa secara teknis pengujian laboratorium telah rampung. Namun, untuk memastikan hasilnya benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan, masih diperlukan uji konfirmasi lanjutan.
“Proses pengujian sebenarnya sudah selesai, tetapi kami masih perlu melakukan uji konfirmasi untuk memastikan hasilnya akurat,” ujarnya,
Ia menambahkan, uji konfirmasi dilakukan melalui proses inkubasi, mengingat pertumbuhan bakteri membutuhkan waktu tertentu agar dapat teridentifikasi secara pasti. Oleh karena itu, hasil akhir belum dapat diumumkan dalam waktu dekat.
“Nantinya hasil resmi akan kami sampaikan langsung kepada Dinas Kesehatan Lombok Timur sebagai pihak pengirim sampel. Dan Dinas Kesehatan adalah pihak yang berwenang untuk menjelaskan informasi terkait dengan penyebab kearcunan masal tersebut,” tadasnya.(GL)








