Gledeknews,Lombok Timur-Salah satu pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ijtihad Al Mahsuni Desa Danger,Kecamatan Masbagik,TGH.Ahmad Subki Hulaimi mengaku sangat menyayangkan pernyataan Bupati Lotim,HM.Sukiman Azmy dalam peringatan hari Santri di halaman kantor Bupati Lotim hari Jumat tanggal 22 Oktober 2021.
Dengan mengatakan peringatan Hari Santri Nasional untuk Tahun depan, meminta kepada Kepala Kementerian Agama Lotim untuk membawa santri dan santriwati yang bersih, jangan bawakan santri dan santriwati sik kurek-kurek.
Menurut tokoh NU Lotim,statement yang dikeluarkan Bupati Lotim dinilai sebagai bentuk penghinaan kepada para pengasuh, santri dan santriwati.
” Apa yang dikatakan Bupati Lotim itu dinilai sebagai sebuah penghinaan bagi kami sebagai pengasuh Ponpes,” tegasnya Sabtu malam.
TGH Subki menambahkan sebagai Pengasuh Santri dan Santriwati di Ponpes Al- Ijtihad Al-Mahsuni sangat kecewa, begitu juga Santri dan santriwati khususnya santri Yayasan Al-Ijtihad Al -Mahsuni Mengutuk pernyataan Bupati.
Sementara itu sebagai Pondok Pesantren dibawah naungan Nahdalatul Ulama (NU), yang menghadiri acara Hari Santri di Kantor Bupati dengan ikhlas bersama santri dan santriwati untuk hadir dan mengikuti acara dengan khidmat.
Kemudian kekhidmatan tersebut itu berubah ketika adanya pernyataan Bupati Lotim seperti itu,karena semestinya Bupati Sukiman Azmy memberikan apresiasi kepada semua santri dan santriwati yang ikhlas hadir memenuhi undangan untuk yang mengikuti apel hari Santri,
” Kami ikhlas hadir dalam peringatan hari santri tersebut, tapi ketika saat Bupati mengeluarkan kata santri kurek-kurek,maka kami langsung menyatakan kecewa kepada Bupati,”tukasnya.
” Kami minta Bupati segera minta maaf atas ucapannya,” pinta TGH Ahmad Subki.
Sementara dalam pernyataan Bupati Lotim dalam peringatan hari Santri di kantor Bupati Lotim
pada hari Jumat, 22 Oktober 2021. Dengan mengatakan peringatan hari santri nasional untuk tahun depan, meminta kepada Kepala Departemen Kemintrian Agama Lombok Timur untuk membawa Santri dan Santriwati yang bersih, jangan bawakan Santi dan santriwati dalam istilah bahasa sasaknya ‘sik kurek -kurek’.
“Tahun depan tolong bawakan saya, kalau saya masih disini Kepala Kandepag seperti ini semua ‘dendek sik kurek-Kurek’, Fisik bagus tapi hatinya kurek, masih bermain-main pada saat upacara” tegas Sukiman Azmy (GL)








