GledekNews-Loteng. Kelangkaan pupuk yang masih terjadi di Kabupaten Lombok Tengah mendapatkan sorotan sinis dari para petani. Selain itu, menganai hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD setempat juga mempertanyakan Terkait dengan langkanya pupuk bersubsidi saat ini
“Untuk pupuk bersubsidi kan selalu ada di distributor dan pengecer,” Ucap Andi Mardan Ketua Komisi III DPRD Loteng
Selain itu, terkait dengan adanya laporan dari masyarakat dikarenakan cukup terbukanya, sehingga tahapan-tahapan dalam tersebut menjadi atensi bersama.
Sementara itu, untuk pola tanam kali ini sedikit maju dari sebelumnya,sehingga memungkinkan pupuk yang diminta masyarakat cukup langka. Namun yang menjadi persoalan yakni sesuai dengan usulan di RDKK yang dilakukan oleh masing-masing kelompok tani tidak memungkinkan adanya lahan berkurang maupun bertambah
“Iya, kan saat ini untuk pembagian pupuk harus sesuai dengan E-RDKK yang sudah ditetapkan,” Katanya
Kemudian, terkait dengan apanya permainan secara ilegal yang dilakukan oleh pengecer maupun distributor di luar RDKK menjadi persoalan. Dimana jika masyarakat tidak terdapat di E-RDKK maka kelompok tani maupun pengecer tidak bisa memberikan pupuk
“Ini kan semuany sudah diatur dalam E-RDKK,” Singkatnya
Namun jika terdapat pengecer maupun distributor yang melakukan mencoba bermain dengan menjual pupuk subsidi kepada masyarakat diluar RDKK serta menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) harus menjadi atensi Dinas Pertanian Kabupaten juga Provinsi
“Kami minta Dinas Terkait menjaga penyaluran pupuk dengan berkoordinasi pada aparat kepolisian, TNI beserta Satpol-PP,” Terangnya (dha)








