Gledeknews, Lombok Timur – Pelaku usaha homestay di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menilai dampak penyelenggaraan MotoGP terhadap sektor akomodasi di wilayah tersebut belum menunjukkan geliat signifikan. Hingga menjelang pelaksanaan ajang balap internasional itu, tingkat pemesanan kamar masih beragam dan belum merata.
Ketua Lombok Homestay Association, H. Abdul Aziz, mengungkapkan sebagian pelaku homestay memang telah menerima pemesanan untuk periode MotoGP. Namun, tidak sedikit pula yang masih belum mendapatkan tamu.
“Kalau soal persentase kamar yang sudah terbooking, kami belum memiliki data pastinya. Kami masih fokus berdiskusi dengan teman-teman untuk promosi dan menyiapkan penginapan menghadapi MotoGP,” ujarnya, Kamis (1/10).
Abdul Aziz Aziz yang juga menjabat Ketua HIPMI Lombok Timur mengaku, hingga saat ini dirinya bahkan belum menerima pemesanan kamar secara khusus untuk momentum MotoGP. Kondisi ini menjadi indikator bahwa efek langsung event tersebut belum sepenuhnya dirasakan pelaku usaha homestay di Lotim.
Meski demikian, ia melihat adanya peluang dari sisi harga. Sejumlah kawasan di sekitar lokasi MotoGP disebut mengalami kenaikan tarif kamar, sementara wilayah seperti Tetebatu dan sekitarnya masih mempertahankan harga relatif normal.
“Di daerah sana banyak yang menaikkan harga kamar. Sementara di Tetebatu dan sekitarnya harga masih normal. Ini bisa jadi alternatif bagi tamu, mereka bisa menginap lebih murah lalu menyewa kendaraan ke lokasi,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan, pelaku usaha di Lotim disebut tetap melakukan berbagai penyesuaian. Sektor kuliner misalnya, mulai membenahi fasilitas serta menambah variasi menu. Sementara sektor akomodasi dan konstruksi berupaya meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan fasilitas penginapan.
Namun demikian, Abdul Aziz menilai perhatian terhadap pengembangan fasilitas pendukung MotoGP selama ini masih terpusat di Lombok Tengah. Hal itu membuat peran dan keterlibatan Lombok Timur dalam momentum internasional tersebut dinilai belum optimal.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, teman-teman lebih banyak memilih Lombok Tengah. Untuk Lombok Timur, keterlibatan dan perhatian dalam persiapan MotoGP masih sangat sedikit,” tegasnya.
Ia pun membandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Berdasarkan pengamatannya, geliat ekonomi yang dirasakan di Lombok Timur justru belum sekuat tahun lalu.
“Secara kasat mata, tahun lalu terasa lebih bagus dibandingkan tahun ini. Memang kita belum tahu perkembangan ke depan, tetapi sampai sekarang dampaknya di Lotim belum begitu besar,” tandasnya.(GL)








