Gledeknews, Lombok Timur – Karang Taruna Desa Waringin menyatakan kesiapan bergabung bersama Aliansi Gerakan Kemerdekaan Merah Putih (AGKMP) Lombok Timur dalam mengawal persoalan kerusakan infrastruktur, khususnya ruas Jalan Bagik Nyaka–Korleko.
Sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan yang sebelumnya digelar AGKMP bersama organisasi mahasiswa dan masyarakat Kalijaga Timur. Aksi tersebut menuntut perbaikan jalan serta mendesak pemerintah daerah mengevaluasi aktivitas galian C yang dinilai berkontribusi terhadap kerusakan infrastruktur.
Sekretaris Karang Taruna Desa Waringin, Abdul Goni, mengapresiasi langkah yang diambil AGKMP. Ia menilai, seruan “Stop Bayar Pajak” yang muncul dalam aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
“Memang benar perlu kita serukan ‘Stop Bayar Pajak’, karena masyarakat kita sangat taat membayar pajak, namun pemerintah yang menerima dana pajak tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik untuk masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat berhak mempertanyakan transparansi pengelolaan pajak, terlebih dengan adanya temuan terkait penagihan pajak oleh tim pemerintah daerah pada tahun 2025.
“Ke mana uang hasil pajak, kenapa ada temuan? Sudah bayar, masih ditagih,” katanya.
Sementara itu, AGKMP menegaskan tuntutannya kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur agar segera memberikan kepastian terkait rencana perbaikan Jalan Bagik Nyaka–Korleko, termasuk sumber anggaran yang akan digunakan.
Aliansi tersebut juga menyatakan akan terus melakukan advokasi, pengawasan publik, serta konsolidasi dengan masyarakat. Aksi lanjutan pun disebut akan tetap digelar sesuai koridor hukum hingga tuntutan perbaikan jalan mendapatkan kepastian.
Bergabungnya Karang Taruna Desa Waringin dinilai memperkuat gerakan masyarakat dalam mendorong perhatian pemerintah terhadap persoalan infrastruktur yang berdampak langsung pada aktivitas dan perekonomian warga.(*)








