Gledeknews, Lombok Timur – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Sempana di Kecamatan Sembalun, hingga kini masih terus berlangsung. Tim gabungan masih berjibaku menjinakkan api yang tersebar di sejumlah titik, di tengah kondisi medan yang ekstrem.
Kepala Seksi Perlindungan KPHL Rinjani Timur, Lalu Iskandar, mengatakan petugas terus bergerak menuju titik api di bagian atas bukit untuk melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat bakar guna mencegah penyebaran api ke area lain.
“Hari ini teman-teman masih berjuang memadamkan api. Harapannya siang hingga sore ini api bisa benar-benar padam,” ujarnya, Rabu kemarin (10/6).
Berdasarkan data sementara, luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 116 hektare. Dari pantauan di basecamp, masih terdapat sedikitnya delapan titik api aktif yang menjadi fokus penanganan.
Proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana. Petugas memanfaatkan ranting dan alat seadanya karena sulitnya akses menuju lokasi kebakaran.
“Untuk menjangkau titik api saja membutuhkan tenaga ekstra. Saat tiba di lokasi, petugas sudah dalam kondisi lelah akibat medan yang berat,” jelasnya.
Selain medan yang curam, angin kencang juga menjadi kendala serius. Kondisi ini menyebabkan api cepat menyebar ke area yang sulit dijangkau sehingga memperlambat proses pemadaman.
“Ada beberapa titik yang tidak bisa kami jangkau karena tebing curam dan angin kencang,” tambahnya.
Sementara itu, seluruh pengunjung yang sebelumnya berada di kawasan Bukit Sempana dipastikan telah dievakuasi dengan aman. Sekitar 25 pendaki dilaporkan telah kembali tanpa mengalami cedera.
“Alhamdulillah semua pengunjung aman. Jalur menuju basecamp satu tidak terdampak, sehingga evakuasi berjalan lancar,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, jalur pendakian Bukit Sempana untuk sementara ditutup hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.(GL)








