Gledeknews, Lombok Timur – Direktur Utama Perusahaan Daerah Agro Selaparang (PD Agro Selaparang), Sabar, menyebut tahun buku 2025 sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan. Meski dihadapkan pada dinamika ekonomi dan perubahan pasar, operasional perusahaan dinilai tetap berjalan optimal.
Hal tersebut disampaikan saat rapat pertanggungjawaban keuangan PD Agro Selaparang Tahun Buku 2025, Rabu (20/5).
Dalam paparannya, Sabar menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 perusahaan menjalankan berbagai unit usaha strategis, mulai dari distribusi pupuk subsidi, produksi es balok, garam beryodium, pemasaran air minum dalam kemasan (AMDK), hingga komoditas pertanian seperti beras kemasan dan jagung pipilan serta budidaya perikanan air tawar.
Dari sisi kinerja keuangan, PD Agro Selaparang mencatat pendapatan kotor sebesar Rp2,903 miliar dengan beban operasional Rp2,639 miliar. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp214,4 juta atau meningkat 34,58 persen dibandingkan tahun 2024.
Selain itu, total aset perusahaan per 31 Desember 2025 mencapai Rp14,26 miliar atau meningkat Rp2,44 miliar dibanding tahun sebelumnya. Kontribusi terhadap daerah juga ditunjukkan melalui setoran dividen sebesar Rp117,9 juta kepada pemerintah daerah.
“Beberapa capaian yang patut disyukuri antara lain meningkatnya volume produksi dan penjualan, penguatan sistem administrasi dan pelaporan, serta kontribusi perusahaan terhadap PAD dan perekonomian masyarakat” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan sejumlah langkah pembenahan yang telah dilakukan, di antaranya perbaikan kendaraan operasional, renovasi gudang garam, pemasangan CCTV, digitalisasi pembukuan dan dokumen, hingga penyelesaian tunggakan pajak tahun 2019–2021 sebesar Rp600 juta serta tunggakan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp108,8 juta.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas PD Agro Selaparang, Wimuhcianto, memberikan apresiasi atas kinerja direksi dan seluruh jajaran perusahaan. Ia menegaskan bahwa dewan pengawas terus melakukan evaluasi terhadap realisasi program kerja, kinerja operasional dan keuangan, serta memberikan rekomendasi strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan.
“Direksi telah berupaya menjalankan pengelolaan perusahaan secara optimal di tengah berbagai tantangan usaha yang cukup kompleks,” katanya.
Meski demikian, dewan pengawas tetap memberikan sejumlah catatan penting, di antaranya terkait efisiensi operasional, penguatan manajemen risiko, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan unit usaha yang lebih produktif dan berdaya saing. (GL)





