Gledeknews, Lombok Timur – Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesian (APPMBGI) Lombok Timur ingatkan seluruh mitra penyedia dapur MBG tidak cepat merasa aman meski sejumlah tahapan administrasi dan standar dasar telah dinyatakan selesai.
Ketua APPMBGI Lombok Timur (Lotim), Muallani, menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) masih akan melakukan tahapan evaluasi lanjutan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.
“Semua tahapan sudah disampaikan oleh BGN pusat. Termasuk dari koordinator regional, koordinator wilayah hingga koordinator kecamatan,” ujarnya, Kamis (7/5).
Menurutnya, tahap awal yang diwajibkan kepada para mitra saat ini meliputi kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, hingga sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menjadi perhatian utama BGN.
“Alhamdulillah teman-teman mitra sudah menyelesaikan semuanya,” katanya.
Meski demikian, Muallani mengingatkan bahwa setelah tahapan administrasi selesai, masih ada proses lanjutan yang harus dipenuhi seluruh pengelola dapur MBG, terutama terkait standar fisik bangunan dan kelayakan operasional dapur.
“Jangan merasa aman setelah ini. Semua harus tetap melengkapi sesuai aturan dari BGN, termasuk luas areal SPPG dan standar bangunan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, salah satu penekanan terbaru dari BGN adalah standar bangunan dapur produksi yang diwajibkan menggunakan konstruksi permanen berbahan beton. Karena itu, dapur yang masih menggunakan partisi sementara diminta segera melakukan perbaikan.
“Teman-teman mitra yang masih menggunakan partisi agar segera melakukan perbaikan sebelum ada sidak dari BGN pusat,” ujarnya.
Selain persoalan teknis, Muallani juga menyinggung adanya dinamika internal di sejumlah dapur MBG. Ia meminta seluruh pihak, baik pengelola dapur maupun yayasan, menyelesaikan persoalan secara terbuka dan musyawarah demi menjaga keberlangsungan program.
“Namanya usaha pasti ada persoalan. Tapi harus diselesaikan dengan duduk bersama dan menyatukan persepsi untuk mendukung program MBG,” pungkasnya.(GL)








