Gledeknews, Lombok Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur kembali menuai sorotan. Kali ini, warga mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah dapur yang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang berlokasi di wilayah Sekarteja, Selong.
Keluhan datang dari masyarakat sekitar hingga pengguna jalan yang melintas di depan dapur MBG tersebut. Mereka mengaku terganggu dengan aroma tak sedap yang bahkan disebut menimbulkan rasa pusing dan mual.
“Baunya menyengat sekali. Saat lewat tadi depan dapur itu, kami sampai pusing dan hampir muntah,” ungkap Muhammad, salah satu warga yang lewat di dapur MBG tersebut, Rabu (6/5).
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat dapur MBG seharusnya memenuhi standar kebersihan dan pengelolaan limbah yang ketat. Warga pun mendesak agar pengelola segera melakukan perbaikan, khususnya pada saluran pembuangan limbah.
“Kalau bisa segera diperbaiki. Jangan sampai kami terus terganggu,” keluh warga lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG, Lombok Timur, Sekarteja 3, Weni Widia, setempat mengakui adanya bau yang muncul, namun ia menyebut kondisi itu bersifat sementara karena sedang dilakukan perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Memang saat ini kami sedang melakukan perbaikan IPAL, termasuk pemasangan grease trap sesuai standar terbaru dari Badan Gizi Nasional. Selama proses itu mungkin muncul bau,” jelasnya.
Ia menegaskan, sebelum proses perbaikan dilakukan, tidak ada keluhan terkait bau limbah. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua hari.
Namun, pernyataan berbeda justru datang dari Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur MBG Lombok Timur, yang juga sekaligus pemilik Dapur MBG, Muallani. Ia membantah adanya persoalan bau limbah di dapur MBG.
“Tidak ada itu bau. Semua baik-baik saja,” tegasnya singkat.(GL)





