Gledeknews, Lombok Timur – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Lombok Timur bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Timur turun langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG Sari Rasa di Kecamatan Lenek. Langkah ini dilakukan menyusul dugaan temuan ulat pada menu MBG yang sempat menjadi sorotan publik.
Ketua Satgas MBG Lombok Timur, H. Ahyani, menegaskan bahwa sidak tersebut bertujuan memastikan kondisi operasional dapur secara menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia (SDM), fasilitas, perlengkapan, hingga sistem pengelolaan limbah (IPAL).
“Kami turun langsung kemarin untuk meminta penjelasan terkait pelaksanaan kegiatan dapur, SDM, fasilitas, perlengkapan, peralatan, termasuk IPAL,” tegasnya, (29/4)m
Tak hanya meninjau dapur, tim juga melakukan penelusuran ke lapangan dengan mendatangi kader Posyandu di wilayah Kroa Daya dan Kroa Timur yang menjadi titik distribusi makanan bagi penerima manfaat.
Dari hasil penelusuran sementara, Satgas tidak menemukan adanya laporan resmi dari kader maupun penerima manfaat terkait dugaan temuan ulat dalam menu MBG.
“Kami sudah konfirmasi ke kader Posyandu di lapangan. Mereka menyatakan tidak ada laporan dari ibu hamil sebagai penerima manfaat,” jelas Ahyani.
Meski demikian, Satgas memastikan proses pendalaman tetap dilakukan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus menjaga kualitas dan keamanan program MBG.
Di sisi lain, Kepala SPPG Sari Rasa Catering Lenek, Baiq Ika, sebelumnya telah memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa menu yang dipersoalkan merupakan distribusi pada Sabtu (26/4), namun menegaskan temuan tersebut hanya terjadi pada satu ompreng (wadah makanan).
“Betul itu menu hari Sabtu kemarin, tapi ditemukan hanya di satu ompreng saja,” ujarnya.(GL)





