Gledeknews, Lombok Timur – Kepala Puskesmas Belanting Kecamatan Sambelia Lombok Timur, menjelaskan bahwa uang Kapitasi itu berdasarkan jumlah peserta di bulan Desember itu berjumlah 10 ribuan peserta.
Akan tetapi pada bulan Januari jumlah peserta BPJS meningkat menjadi 30 ribu lebih.
Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Belanting Baiq Rohayati,S. Kep, Ners, saat dikonfirmasi terkait ada dugaan KTUnya yang endapkan Dana Kapitasi. Jumat (13/02)
“Jadi otomatis kan Kapitasi itu terlihat banyak atau pesertanya meningkat. Sudah saya konfirmasi ke BPJS dan Bu Kabid, kenapa kok melonjak ternyata ini dari pusat terkait dengan kepesertaan yang ada di puskesmas Belanting,” katanya
Lebih jauh dikatakannya, pihaknya juga melakukan koordinasi dan konfirmasi dengan Dinas Kesehatan Lombok Timur, terkait dengan kepesertaannya tidak bisa di bagi semua berdasarkan arahan dari Dinkes Lombok Timur.
Hal itu berdasarkan dari data-datanya itu, ternyata datanya itu dari Puskesmas lain juga. “Jadi kami bagi sesuai dengan kepesertaan di bulan Desember. Jadi bukan kami tidak mau membagi, tapi karena itu bukan hak kami,” terangnya.
Saat ini, tambahnya, uang yang tersisa itu masih disimpan sambil pihaknya menunggu kejelasan dari Dinas kesehatan untuk tidaklanjutnya seperti apa. Karena Dinas kesehatan nanti yang koordinasi dengan Inspektorat.
“Jangan sampai nanti kami sudah bagi, setelah itu kami disuruh kembalikan oleh inspektorat. Itu kami tidak mau,” tandasnya.
Sebelumnya, Para Pegawai dan tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Belanting Kecamatan Sambelia Lombok Timur kecewa dengan sikap kepala tata usaha (KTU).
Bagaimana tidak, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber, oknum KTU itu diduga endapkan uang ratusan juta bersumber dari klaim BPJS untuk pembayaran Kapitasi.
Selain itu, oknum KTU tersebut juga banyak diduga melakukan mar up anggaran belanja operasional Puskesmas. Pasalnya semua kebutuhan di Puskesmas itu dilakukan pembelanjaan secara sendiri tanpa melibatkan yang lain.
“Uang Kapitasi dari BPJS di endapkan oleh KTU, katanya dia mau kasi nanti di bulan puasa, kalau belanja untuk kelengkapan di puskesmas juga belanja sendiri. Kami menduga ini ada yang dak beres,” ungkap sejumlah pegawai dan perawat yang enggan sebut namanya, Jumat (13/2).
Lebih jauh dijelaskannya, ratusan uang yang diterima oleh pihak Puskesmas dari pihak PBJS untuk pembayaran Kapitasi, akan tetapi dana yang dikeluarkan oleh oknum KTU tersebut hanya puluhan juta.
Alasnya akan di keluarkan nanti setelah bulan puasa. Padahal uang itu, seharusnya dikeluarkan untuk pembayaran Nakes dan pegawai sesuai dengan aturan yang ada.
“BPJS ngirim 120 juta untuk kapitasi, tapi yan dia bagi cuman 30 juta. Sisanya besok selesai puasa katanya dia bagi lagi,” terangnya.(GL)








