Oleh :
DENI RAHMAN.SH.
Alumni Wisma Rinjani 1 Malang Angkatan Sebelengong
Wisma Rinjani 1 Malang merupakan wisma atau Asrama Mahasiswa bagi Putra Lombok untuk menimba ilmu pengetahuan di Kota Malang, dari hasil dokumentasi kami, bangunan Asrama ini memiliki arsitektur Kuno, Khas Rumah Belanda, jika diakumulasi dari sejak pra kemerdekaan sampai dengan sekarang seperti generasi Sembahulun, Lalu Gede Wirasantana Dan Lainya ,sudah Ribuan putra daerah yang pernah tingal di Asrama ini, hanya saja sangat disayangkan kemudiaan Asrama mahasiswa ini tidak masuk sebagai Aset Daerah sehingga segala kebutuhan rehab fisik tidak terkontrol dengan baik.
Selain dijadikan sebagai Asrama tempat tinggal Mahasiswa/i, Asrama ini juga dijadikan sebagai salah satu pusat koordinasi, Musyawarah untuk kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, ilmiah dan sosial , wisma ini berdiri ditengah kota Malang dengan luas + 7 are, Kalau melihat nilai tanah tentu harganya tidak main-main, namun karena bukan aset Daerah, dan harga aset yang cukup tinggi, ini menjadi sumber masalah, selain masalah tidak terkontrolnya pembiayaan peremajaan bangunan, tidak ayal kami yang pernah menempati Asrama kemudian mendapatkan gangguan atau intervensi dari pihak- pihak tertentu yang merasa punya hak atas tanah dan bangunan tersebut, atas masalah yang kami hadapi, kita terus mengupayakan pemerintah provinsi mencari solusi bagaimana kemudian Asrama Rinjani 1 ini bisa menjadi aset daerah menggingat sejarah yang telah tercipta, hilangnya Asrama Rinjani 1 atau jatuh pada pihak ketiga artinya kita kehilangan sejarah tonggak pendidikan di Malang, namun sayang permasalahan begitu kecil dan tidak sebanding dengan nilai sejarahnya, pemprov NTB selama ini cuek dan acuh ta acuh, bahkan terkesan tidak mampu menyelesaikan dan menelurkan solusi kecilpun.Pemerintah provinsi NTB saat ini dipimpin oleh pribadi-pribadi yang berbasiskan Akademis, pribadi-pribadi yang memiliki gelar doktor, terlebih memiliki visi misi membangun intlektual putra daerah melalu jalur pendidikan, tidak sedikit yang dikirim mengenyang pendidikan ke luar negeri, melihat latar belakang dan visi misi pemerintahan itu, kami yakin kita akan sama pandangan” mereka akan mampu mencari solusi demi tegaknya, demi tetap hidupnya Tonggak Sejarah pendidikan di Kota Malang bagi putra/Putri Lombok.
Saat ini bangunan Asrama sudah mulai rusak berat, sehingga membutuhkan perhatian yang serius dengan sentuhan kebijakan Gubernur, kalau tidak maka kita akan kehilangan tonggak sejarah pendidikan di kota Apel itu.








