Gledeknews, Lombok Timur – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Lombok Timur, kian memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang akan digelar dalam waktu dekat.
Agenda Muscab tersebut rencananya akan menentukan kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Lombok Timur ke depan. Namun, suhu politik internal partai berlambang Ka’bah itu mulai meningkat seiring munculnya sejumlah isu yang menjadi sorotan kader.
Salah satunya terkait kabar yang menyebutkan tokoh senior PPP, TGH. Hazmi Hamzar, tengah menjalin komunikasi untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Informasi ini pun memicu beragam reaksi di kalangan kader, mengingat sosok TGH. Hazmi Hamzar dikenal sebagai figur lama yang telah lama berkiprah di PPP.
Di sisi lain, adik kandungnya, H. Ruhaiman yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi NTB dari PPP, justru disebut-sebut tengah berikhtiar maju dalam kontestasi pemilihan Ketua DPC PPP Lombok Timur.
Situasi tersebut dinilai memunculkan paradoks di tubuh partai. Di satu sisi, figur senior dikabarkan hendak meninggalkan partai, sementara di sisi lain, anggota keluarga dekatnya berambisi memimpin struktur partai di tingkat kabupaten.
Tak hanya itu, dinamika semakin kompleks dengan adanya isu dugaan keterlibatan H. Ruhaiman dalam kasus gratifikasi yang kini tengah menjadi perbincangan. Hal ini turut menjadi perhatian serius sejumlah kader internal.
Ketua GPK PPP Lombok Timur, Yudha Mila Sandi, menyayangkan jika kabar tersebut benar adanya. Ia menegaskan bahwa kader menginginkan kepemimpinan yang fokus dan tidak dibayangi persoalan lain.
“Kita sangat sayangkan jika ini benar terjadi. Kita tidak ingin dipimpin oleh figur yang sedang dibayang-bayangi persoalan hukum,” tegasnya, Sabtu (25/4).
Meski demikian, ia mengakui bahwa setiap kader memiliki hak untuk maju dalam kontestasi, termasuk H. Ruhaiman sebagai anggota DPRD NTB. Namun, ia mengingatkan pentingnya menghadirkan kepemimpinan yang memiliki visi besar dalam membesarkan partai.
“Jangan sampai partai justru semakin melemah karena tidak fokus dalam membangun kekuatan internal,” tambahnya.
Kondisi ini membuat kader PPP di Lombok Timur mulai terbelah. Sebagian mengkhawatirkan potensi melemahnya soliditas partai, sementara sebagian lainnya melihat situasi ini sebagai momentum evaluasi untuk memperkuat basis dan arah perjuangan partai ke depan.
Muscab PPP Lombok Timur pun diprediksi akan berlangsung sengit. Selain menjadi ajang perebutan kepemimpinan, forum tersebut juga akan menjadi penentu arah konsolidasi partai di tengah dinamika yang berkembang.
Kini, publik dan kader menanti langkah strategis dari internal PPP, apakah mampu meredam gejolak dan memperkuat barisan, atau justru semakin terjebak dalam konflik yang berpotensi berkepanjangan.
Sementara itu, petinggi PPP dan H. Ruhaimna belum belum dapat dihubungi hingga berita ini diterbitkan.(GL)





