Gledeknews, Lombok Timur – Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) NTB, Pathul Gani, pihaknya sudah mendapatkan laporan dan memastikan langsung menindaklanjuti laporan dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa di wilayah Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim).
Ia menyebutkan, laporan kejadian tersebut telah disampaikan secara khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) disertai kronologis lengkap sebagai bahan penanganan lebih lanjut.
“Kejadian ini masuk kategori menonjol, sehingga langsung kami laporkan ke BGN. Saat ini masih dalam proses pengecekan, termasuk uji sampel makanan untuk memastikan penyebab gejala mual pada penerima manfaat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (24/4).
Pathul menegaskan, pihaknya akan menelusuri secara menyeluruh proses pelaksanaan program MBG, mulai dari sumber bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan ke lokasi penerima.
Terkait kemungkinan penutupan dapur MBG, ia menyatakan hal tersebut belum dapat diputuskan sebelum hasil investigasi lengkap diperoleh.
“Kita akan lihat dulu permasalahan utamanya sebelum mengambil langkah lebih lanjut,” tegasnya.
Sebelumnya, puluhan siswa di Jurit Baru diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu dari program MBG. Para siswa yang mengalami gejala seperti mual dan lemas langsung dilarikan ke Puskesmas Pengadangan untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Puskesmas Pengadangan, Suhamdi Ahmad, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 21 siswa masih menjalani observasi oleh tenaga kesehatan.
“Betul, saat ini sedang ditangani. Jumlah yang dirawat sebanyak 21 siswa dan masih dalam tahap observasi,” ujarnya.
Sementara itu, pihak SPPG Lombok Timur di Jurit Baru, Pringgasela, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini.(GL)





